
SUKA CITA: Mereka terharu atas kemenangan SMA Katolik St Louis menjadi juara umum pada Singapore International Choral Festival 2017.
JawaPos.com – Prestasi membanggakan berhasil diraih tim paduan suara SMA Katolik St Louis Surabaya. Mereka membawa pulang predikat juara umum pada Singapore International Choral Festival 2017 pada 12–15 Juli. Tim tersebut menyisihkan puluhan tim dari berbagai negara di Asia.
Tangis bahagia langsung pecah ketika rombongan tim paduan suara SMA Katolik St Louis tiba di pintu kedatangan T2 Bandara Internasional Juanda Senin (17/7) malam. Peluk hangat serta jabat erat dari keluarga dan sahabat langsung menghampiri. ’’Selamat ya,’’ ucap para penjemput kepada salah seorang anggota tim.
Perjuangan tim paduan suara SMA Katolik St Louis untuk meraih juara umum tersebut tidak gampang. Selain harus bersaing dengan rekan senegara, dalam kompetisi itu mereka harus bersaing dengan peserta dari negara lain. Misalnya, Australia, Filipina, Tiongkok, Makau, dan Singapura. Total ada sekitar 53 tim yang ikut dalam kompetisi yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura, itu.
Dalam kompetisi tersebut, paduan suara SMA Katolik St Louis mengikuti tiga di antara delapan kategori yang dilombakan. Yakni, mixed youth, equal voice, dan folklore. Dari semua yang diikuti tersebut, tim mendapat medali emas.
Menang di tiga kategori itu membuat tim mendapat kesempatan untuk mengikuti babak grand prix champion. Dalam babak adu antar pemenang per kategori tersebut, tim paduan suara SMA Katolik St Louis dinobatkan sebagai juara umum. ’’Semua ini berkat kerja keras seluruh tim, pelatih, dan dukungan sekolah,’’ ujar Celine Lavenia Cahyono, ketua paduan suara SMA Katolik St Louis, kepada Jawa Pos.
Untuk mempersiapkan lomba tersebut, latihan olah vokal berlangsung sejak Februari. Latihan hampir setiap hari dengan durasi 2–3 jam. Latihan tersebut semakin intens ketika mendekati bulan berlangsungnya lomba. ’’Bahkan, kami sempat latihan selama lima jam,’’ cerita siswi kelas XII IPS 3 itu.
Saat ditanya kesulitan mengikuti kompetisi tersebut, Celine mengungkapkan, justru rintangan ada ketika masa latihan. Durasi yang panjang membuat teman-teman susah fokus. Apalagi jika ada tugas yang menumpuk.
Guru pendamping ekstrakurikuler panduan suara SMA Katolik St Louis Onny Prihantono menyatakan, banyak dewan juri yang terpukau dengan penampilan mereka. Suara yang ditampilkan timnya selevel dengan paduan suara profesional di Eropa. ’’Namun, tetap berkarakter,’’ tuturnya menirukan sanjungan juri.
Kepala SMA Katolik St Louis Indah Noor Aini berharap ke depan prestasi yang diperoleh itu menginspirasi siswa yang lain.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
