Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 02.35 WIB

Ganti Pengawas UNBK Bisa Pakai CCTV, Sekolah Ramai-Ramai Tambah Komputer

Skenario Sekolah Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer - Image

Skenario Sekolah Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer

JawaPos.com – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) selama ini dianggap mampu menghemat biaya cetak kertas dalam ujian nasional berbasis kertas. Namun, UNBK juga bisa lebih berhemat lagi. Salah satu caranya menerapkan pemanfaatan closed circuit television (CCTV) sebagai pengganti pengawas ruang ujian.


Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menyatakan, selama ini banyak sekolah yang memiliki CCTV. Nah, perangkat itu bisa dioptimalkan untuk keperluan ujian nasional (unas). Pengawas cukup mengawasi melalui ruang pusat pengawasan di tiap sekolah. ’’Bisa dipantau dari monitor yang ada di satu ruangan utama,’’ ujarnya.


Dengan begitu, tidak perlu banyak pengawas. Jika sekolah memiliki 10 ruang ujian, cukup menggunakan dua pengawas yang bisa memantau secara tersentral. Dengan begitu, kebutuhan anggaran untuk pengawas bisa dihemat. Meski begitu, Saiful mengakui bahwa penggunaan CCTV itu tidak wajib. ’’Sifatnya inovasi sekolah saja,’’ ujarnya.


Pada pelaksanaan UNBK nanti, setiap cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di kabupaten/kota akan menjadi posko. Pihak sekolah bisa berkoordinasi dengan cabang dinas pendidikan terkait berbagai hal pelaksanaan unas.


Meski unas untuk SMA/SMK semakin dekat, daftar nomine tetap (DNT) siswa yang akan mengikuti ujian belum final. Mantan kepala Badan Diklat Jatim itu mengatakan, DNT tengah diproses. Dia menargetkan DNT akhir bulan ini sudah tuntas.


DNT memang harus segera dirampungkan karena berkaitan dengan laporan kepada pemerintah pusat untuk pengadaan soal ujian nasional berbasis kertas. Jatim, kata dia, menempati urutan ketiga secara nasional yang paling banyak melaksanakan UNBK. Yakni, sekitar 64 persen dari jumlah sekolah yang ada. Jenjang tersebut meliputi SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA. ’’Tapi, kami 100 persen UNBK untuk SMA/SMK,’’ jelasnya.


Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dispendik Jatim Hudiyono menambahkan, ada peningkatan untuk jumlah siswa yang melaksanakan unas tahun ini. Jika pada 2016 terdapat sekitar 196 ribu siswa, tahun ini ada 200.300 siswa yang akan ikut ujian. Mereka berasal dari 1.945 SMK di Jatim. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa siswa yang studi di jenjang SMK semakin bertambah. Meski begitu, jumlah itu masih bergerak. Dengan kata lain, jumlah tersebut masih belum menjadi daftar nomine tetap.


Soal CCTV, Kepala SMAN 15 Khoiril Anwar menuturkan, belum semua laboratorium (lab) komputer di sekolahnya memiliki CCTV. Namun, jika diperlukan, CCTV di ruangan lain bisa dipindahkan. Jadi, pantauan saat ujian bisa langsung terpusat di satu ruangan. ’’Sebelumnya, pengawasan silang dari sekolah lain,’’ katanya.


Melalui CCTV, Khoiril menilai sekolah mendapat kepercayaan yang lebih besar untuk memantau siswanya saat ujian. Dengan begitu, pengawas dan teknisi tidak harus ada di setiap ruangan. Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Surabaya itu menjelaskan, rata-rata sekolah di Surabaya sudah memiliki CCTV. ’’Tidak perlu pengurangan proctor dan teknisi karena dari sekolah, jadi tidak ada biaya. Sekolah juga jadi dipercaya, tanpa pengawasan dari sekolah lain,’’ paparnya.


Sementara itu, para siswa semakin intens mempersiapkan diri untuk unas. Selain mengikuti simulasi UNBK yang dihelat pusat, para siswa melakukan persiapan melalui tryout sekolah. Misalnya, yang dilakukan SMKN 2.


Waka Kesiswaan SMKN 2 Sudarto menerangkan, tryout dilaksanakan selama tiga hari. Mulai Senin (13/2) hingga Rabu (15/2). ’’Besok (15/2) siswa libur nasional, jadi dilanjutkan Kamis,’’ ucapnya. Uji coba tersebut terbagi menjadi 10 gelombang. Setiap gelombang berlangsung selama 45 menit. ’’Siswa kami banyak, ada 785 siswa,’’ ungkapnya.


Sudarto mengatakan, ada tiga mata pelajaran dalam tryout tersebut. Yakni, bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Mapel itu sesuai dengan mapel yang akan diujikan. Tryout, lanjut dia, dilaksanakan agar siswa tidak canggung ketika mengerjakan soal UNBK. ’’Biar tidak grogi. Kalau grogi, pikiran kacau, konsentrasi hilang semua,’’ paparnya.


Apalagi, jelas dia, tidak semua siswa memiliki komputer atau laptop. Selain mempersiapkan mental siswa, tryout bertujuan membiasakan siswa dalam menggunakan username dan password. Adapun soal-soalnya menggunakan soal UNBK tahun lalu. Jadi, siswa juga bisa mengetahui hasil dari soal-soal yang dikerjakan.


Di bagian lain, ujian nasional yang berlangsung pada April sudah semakin dekat. SMA/SMK pun getol mempersiapkan sarana-prasarana untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Bahkan, sekolah juga menambah jumlah komputer untuk kelancaran ujian.


Kepala SMKN 2 Djoko Pratmodjo mengatakan, pihaknya sudah menambah 40 komputer baru. Komputer itu berasal dari bantuan komite sekolah. Dengan penambahan tersebut, kini sekolah memiliki sekitar 300 komputer.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore