Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juli 2017 | 12.39 WIB

Masuk Sekolah Negeri, Warga Jangan Pura-Pura Miskin!

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Sebanyak 20 persen siswa miskin berhak mendapatkan kesempatan masuk sekolah negeri di masing-masing sekolah. Namun masih ada saja masyarakat yang memanfaatkan momentum itu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta masyarakat jangan berpura-pura miskin.

Berbagai modus yang digunakan misalnya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) buatan atau palsu untuk mendadak miskin. Tentu hal itu menjadi pengawasan Dinas Pendidikan masing-masing daerah.

“SKTM bodong jadi-jadian seperti itu membuat banyak orang mendadak miskin. Ukuran miskin juga harus jelas. Saya pernah ketemu orang tua yang mampu tapi ngaku miskin,” kata Irjen Kemendikbud Daryanto dalam konferensi pers, Selasa (11/7).

Daryanto menemukan temuan tersebut tahun lalu di Depok, Jawa Barat. Dia berharap jika hal itu positif ditemukan, maka pihak sekolah harus mengumumkannya sejak awal. Jangan sampai, siswa sudah diterima sekolah lantas dikeluarkan karena dokumennya palsu.

“Hal itu kan bakal kasihan bagi siswanya. Efek psikologisnya akan terpengaruh,” ungkapnya.

Daryanto juga menceritakan pengalamannya saat menelusuri berbagai macam modus yang dilakukan orang tua untuk berpura-pura miskin. Ada pula siswa yang menumpang di rumah saudara atau kerabat yang mampu. Sehingga membuat pemerintah harus mengecek sampai ke kampung halaman.

“Saran kami ini wewenang Disdik setempat. Ini miskin beneran enggak? Kami saja sampai muntah keliling anak itu ke kampung halaman, benar miskin atau tidak,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan pihaknya mendorong akan mengevaluasi syarat miskin bagi siswa tak mampu. Syarat tersebut harus berlaku sama di seluruh Indonesia.

“Kami akan evaluasi karena tak lagi dengan SKTM harusnya, tetapi dengan yang sudah ditetapkan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau kartu Program Keluarga Harapan (PKH),” tuturnya. (cr1/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore