
Menristekdikti Mohamad Nasir membacakan teks Pancasila dalam upacara HUT RI ke-72 di lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan
JawaPos.com - Ada sejumlah peringatan yang disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir saat menjadi inspektur upacara (irup) peringatan HUT RI ke-72 di lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan (17/8). Mulai dari kejahatan akademik plagiat, paham radikal, sampai bahaya kebablasan menggunakan media sosial (medsos).
Di depan seratus lebih peserta upacara, Nasir mengingatkan supaya akademisi kampus membangun budaya anti plagiat. Sebab plagiat merupakan pengingkaran terhadap kejujuran. Dia menegaskan jangan sampai ada civitas akademika kampus yang terlibat plagiat. "Kampus harus bersih, jangan ada korupsi," jelasnya.
Sebaliknya kampus harus membangun budaya inovasi. Nasir mengatakan sesama kampus bisa menjalin kerjasama untuk meningkatkan level inovasinya. Bahkan kampus bisa juga menjalin kerjasama dengan industri. Supaya hasil inovasinya sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dalam amanahnya Nasir juga menyinggung soal penggunaan medsos. Dia mengatakan kebebasan menggunakan medsos sudah kebablasan. Di banyak kasus, medsos malah digunakan media memecah bangsa. "Ada oknum tidak bertanggung jawab," jelasnya. Oknum ini rajin menyebarkan hujatan, hasutan, berita palsu atau hoax, dan lain sejenisnya.
Pesan yang berikutnya soal radikalisme. Dia mengatakan tidak perlu menggunakan senjata dalam memerangi paham radikalisme. Khususnya di lingkungan kampus. Menurut Nasir radikalisme bisa dilawan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik. Nasir mengingatkan supaya kembali memperteguh bhineka tunggal ika. Kemudian juga menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.
Dalam upacara kali ini Nasir menggunakan pakaian adat Betawi. Sejatinya dia ingin menggunakan pakaian adat Surabaya. "Tetapi setelah saya amati kok jadi seperti akan main ludruk," katanya lantas tertawa setelah upacara.
Seluruh peserta menggunakan pakaian adat masing-masing. Seperti Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim menggunakan pakaian ada Surabaya. Guru besar UGM ini seperti pemain ludruk Surabaya. Lalu Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho menggunakan pakaian adat dari Solo, khas seperti dalang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
