Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Juni 2018 | 03.11 WIB

Relawan Kotak Kosong, Ramaikan Pilwali Makassar

Relawan Kolom Kosong (REWAKO) Makassar 2018 mendeklarasikan diri di kolong Fly Over, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (5/6). - Image

Relawan Kolom Kosong (REWAKO) Makassar 2018 mendeklarasikan diri di kolong Fly Over, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (5/6).

JawaPos.com -  Ada yang menarik pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Dimana kotak kosong yang menjadi lawan pasangan Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi (App-Cicu) mendapatkan dukungan dari sejumlah masyarakat.


Relawan kotak kosong itu menamakan dirinya Relawan Kolom Kosong (REWAKO). Mereka mendeklarasikan dirinya, Selasa (5/6) di Makassar. Dalam kampanyenya, REWAKO pun menghimbau kepada masyarakat Makassar, agar dapat memenangkan kota kosong dalam pilkada nanti yang menjadi rival dari pasangan Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi (App-Cicu). 


Koordinator deklarasi Kolom Kosong, Anshar Manrulu mengatakan, deklarasi ini dilakukan untuk mengkampanyekan kepada masyarakat bahwa, kolom kosong di dalam proses pencobloan pilkada nanti bisa dilakukan oleh siapapun dan sama sekali sah dan tidak melanggara hukum. 


"Masih hanyak masyarakat yang mungkin belum memahami fungsi dari kolom kosong dalam puncak pencoblosan nanti. Makanya kami sosialisasikan kepada semua orang di Makassar, bahwa kolom kosong adalah suara rakyat yang tak bisa di perjualbelikan," terang Anshar usai deklarasi di kolong Fly Over, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (5/6). 


Deklarasi dan kampanye ini menurut Anshar, sebagai upaya untuk merespon proses pilkada Makassar yang dipertontonkan seperti dagelan politik. Fenomena politik kota Makassar pada Pilkada ini, kata Ansar sangat memaksakan dengan menggunakan kekuasaan dan modal. 


"Masyarakat seperti menonton pertandingan sepak bola yang sudah bakalan ditahu siapa yang menang, karena sudah ada yang mengatur dari luar. Kekuatan besar ini yang turut serta memgambil peran di belakang proses pilkada ini," jelasya. 


Menurutnya ini merupakan salah satu contoh tercoreng dan tercederainya proses demokrasi yang tak lagi adil untum masyarakat. Anshar mengaku, dalam mensosialisasikan kolom kosong akan membentuk posko-posko di semua kecamatan. Dan menginformasikan kepada masyarakat Makassar bahwa memilih kolom kosong itu sama nilainya dengan memilih paslon lainnya.


"Memilih kolom kosong itu sah dan dibenarkan. Memilih kolom itu hak dasar demokrasi rakyat dan itu bagus daripada memilih golput. Makanya kami meminta kepada pelaksana pemilu untuk diberikan ruang seluas-luasnya melakukan kampanye," tegasnya. 


Dalam deklarasi yang didominasi oleh ibu-ibu ini, spanduk dan berbagai perangkat aksi hingga selebaran Rewako Makassar 2018 dibentangkan dan dibagikan kepada para pengguna jalan. Aksi diharapkan Anshar dapat menjadi bahan evaluasi masyarakat betapa pentingnya memilih kolom kosong dalam pilkada nanti. 


Pemilihan Wali Kota Makassar diikuti oleh satu paslon. Hal itu terjadi, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar resmi mendiskualifikasi paslon petahan Mohammad Ramdan 'Danny' Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi) karena dianggap cacat prosedural. 

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore