Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2016 | 18.35 WIB

Elektabilitas Ahok Turun, Tim Pemenangan: Blusukan Makin Meriah

Pasangan Cagub DKI, Ahok-Djarot didampingi jubir Ruhut Sitompul - Image

Pasangan Cagub DKI, Ahok-Djarot didampingi jubir Ruhut Sitompul

JawaPos.com - Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) diragukan oleh Tim Pemenangan Ahok-Djarot.



Pasalnya dalam survey itu menyebutkan, bahwa pasangan calon nomor dua itu elektabilitasnya menurun drastis. Terusama setelah Basuki Tjahaja Purnama, sang calon gubernur kini menyandang status tersangka dalam dugaan kasus penistaan agama.



Anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Eva Kusuma Sundari mengaku tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis oleh LSI itu. Menurut dia, masyarakat masih menginginkan mantan Bupati Belitung Timur bisa memimpin DKI Jakarta.



"Hasil itu gak cocok blusukan Ahok-Djarot yang makin meriah mendapat sambutan meski ada gangguan, acara penyampaian aspirasi tiap pagi di Rumah Lembang juga menunjukkan minat masyarakat makin tinggi," ujar Eva kepada JawaPos.com, Sabtu (19/11).



Oleh karena itu, anggota Komisi XI DPR ini menegaskan para tim pemenangan, simpatisan, relawan, pendukung termasuk Ahok dan Djarot sendiri tidak percaya adanya survei itu.



Sebab hal itu sangat berbanding terbalik dengan kondisinya di lapangan. "Kita ragukan independennya LSI," katanya.



Sementara, menurut Eva, lembaga survei yang dimotori oleh Denny JA juga pernah mengalami kesalahan pada tahun 2012 lalu.



Pada Pilkada 2012, LSI menyebut Fauzi Bowo akan menang di Pilgub DKI 2012. Namun kenyataanya malah dengan Joko Widodo (Jokowi) yang dipilih oleh masyarakat Ibu Kota. "Jadi enggak ngaruh. Kita makin semangat kampanye," pungkasnya.



Seperti d‎iketahui, dalam hasil riset surveinya LSI menempatkan pasangan Ahok-Djarot di urutan terbawah yakni 10,6 persen.



Posisi petahana ini, jauh di bawah pasangan Anies-Sandi yang memperoleh 31,9 persen. Sementara pasangan Agus-Sylvi menempel ketat di bawahnya dengan 30,9 persen.



Peneliti LSI, Ardian Sofa mengatakan apabila kondisi tersebut terus berlanjut maka bukan tidak mungkin pasangan Ahok-Djarot tereleminasi di putaran pertama pada Pilgub DKI Jakarta yang bakal diselenggarakan pada 15 Februari 2017 mendatang.(cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore