Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 06.52 WIB

8 Alasan Mengapa Makan Bisa Membantu Meredakan Migrain Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang menggunakan makan untuk meredakan migrain./Magnific/primagefactory - Image

seseorang yang menggunakan makan untuk meredakan migrain./Magnific/primagefactory

JawaPos.com - Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Bagi sebagian orang, migrain dapat disertai sensasi berdenyut yang kuat, mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, hingga kesulitan berkonsentrasi. Menariknya, ada orang yang merasa sakit kepala atau gejala migrainnya mulai mereda setelah makan.

Fenomena tersebut dapat dipahami dari berbagai sisi. Dari perspektif kesehatan, rasa lapar, perubahan kadar gula darah, dehidrasi, kurang tidur, dan pola makan yang tidak teratur memang dapat menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (2/9), dari perspektif psikologi, makan juga dapat memengaruhi respons stres, persepsi terhadap rasa sakit, suasana hati, rasa aman, dan kemampuan tubuh untuk kembali ke kondisi yang lebih tenang.

Namun, penting untuk dipahami bahwa makan bukanlah "obat" migrain. Efeknya sangat individual. Pada sebagian orang, makan justru dapat memperburuk kondisi apabila makanan tertentu menjadi pemicu migrain.

Lalu, mengapa makan kadang terasa membantu ketika migrain mulai menyerang?

1. Makan dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat rasa lapar

Salah satu penjelasan paling sederhana adalah bahwa rasa lapar sendiri dapat menjadi sumber stres bagi tubuh dan pikiran.

Ketika seseorang belum makan dalam waktu cukup lama, ia dapat mengalami berbagai sensasi seperti lemas, mudah marah, sulit berkonsentrasi, gemetar, atau merasa tidak nyaman. Jika pada saat yang sama orang tersebut memiliki kecenderungan mengalami migrain, rasa lapar dapat membuat keseluruhan pengalaman terasa lebih berat.

Secara psikologis, otak tidak memproses rasa sakit secara terpisah dari kondisi tubuh lainnya. Rasa lapar, kelelahan, stres, dan nyeri dapat saling memengaruhi persepsi seseorang terhadap apa yang sedang dialaminya.

Bayangkan seseorang sedang mengalami sakit kepala ringan. Ia juga belum makan sejak pagi, merasa lelah, dan mulai sulit berkonsentrasi. Setelah makan, rasa lapar dan ketidaknyamanan tubuh berkurang. Akibatnya, ia mungkin merasa kondisi keseluruhannya menjadi lebih baik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore