Ilustrasi: Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak sekolah berkebutuhan khusus di Tangerang. (Istimewa)
JawaPos.com-- Membangun kedekatan emosional dengan anak-anak di lingkungan pendidikan bukan sekadar tugas tambahan, tapi merupakan fondasi utama dari proses belajar yang efektif.
Hubungan yang hangat antara pendidik dan peserta didik terbukti meningkatkan motivasi, rasa aman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang kini banyak digunakan adalah prinsip “Koneksi sebelum Koreksi”, konsep dari Disiplin Positif yang diperkenalkan oleh praktisi pendidikan dan pengembang media kreatif, Irfan Amalee, melalui podcast dan pelatihan yang ia adakan.
Prinsip ini menekankan pentingnya membangun koneksi emosional dengan anak sebelum memberikan arahan atau teguran.
Berikut lima cara sederhana namun bermakna untuk membangun koneksi yang kuat dengan anak-anak, dirangkum dari youtube PeaceGenID.
Menyapa anak dengan namanya setiap pagi, memberi senyum hangat, atau mengucapkan “terima kasih” saat mereka menyelesaikan tugas, terdengar sederhana, namun sangat berarti. Apresiasi tulus memperkuat rasa dihargai dan diakui.
Saat berbicara dengan anak, cobalah untuk menunduk atau duduk sejajar. Ini menunjukkan bahwa kita hadir sebagai pendamping, bukan atasan. Posisi setara membuat anak lebih nyaman dalam menyampaikan perasaan atau pendapatnya.
Saat anak menunjukkan perilaku negatif, jangan buru-buru mengoreksi. Cobalah untuk bertanya: “Apa yang kamu rasakan?” atau “Apa yang sedang kamu butuhkan?” Mendengarkan dan memvalidasi emosi mereka bisa meredakan konflik sejak awal.
Libatkan anak dalam keputusan kecil, seperti memilih cara mengerjakan tugas atau mengatur jadwal belajar.
Memberikan ruang untuk memilih menunjukkan bahwa kita percaya mereka mampu bertanggung jawab.
Saat anak bercerita, hentikan sejenak aktivitas lain. Tatap mata mereka, anggukkan kepala, dan beri tanggapan yang menunjukkan bahwa kita benar-benar hadir. Mendengarkan aktif membangun kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat.
Sementara itu, survei dari University of Maryland terhadap 167 siswa menunjukkan bahwa perhatian dan kepedulian guru secara emosional memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan motivasi dan rasa tanggung jawab siswa.
Ini menjadi bukti bahwa relasi yang sehat adalah kunci utama pendidikan yang berhasil.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
