
Ilustrasi anak berbakat (Freepik)
JawaPos.com – Anak yang menunjukkan tanda-tanda kemampuan berpikir, merespons, atau memahami secara luar biasa memerlukan dukungan agar potensinya berkembang optimal.
Anak berbakat secara psikologis memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata dalam kecepatan, kedalaman, dan intensitas berpikir.
Menurut Dr. Deirdre Lovecky, psikolog dari Gifted Resource Center, anak berbakat menunjukkan pemahaman abstrak dan emosi intens sejak usia dini.
Mengenali ciri anak berbakat sejak dini memberi peluang untuk memberikan stimulasi, bimbingan, serta dukungan emosional yang tepat sasaran.
Baca Juga: Dipuji Joko Anwar, Berikut Sinopsis dan Review Film Weapons: Horor Psikologis yang Penuh Misteri
Berikut 7 ciri anak berbakat secara psikologis yang perlu diperhatikan sejak dini agar potensi tidak terabaikan dilansir dari laman Parent From Heart, Minggu (10/8):
1. Bahasa Tingkat Lanjut Sejak Balita
Kemampuan verbal berkembang lebih cepat dibandingkan usia rata-rata. Kalimat kompleks dan kosakata "dewasa" dapat muncul pada usia 3 sampai 5 tahun.
Anak sering menunjukkan ketertarikan membaca sejak dini atau mengajukan pertanyaan filosofis. Gunakan buku cerita dengan kalimat variatif dan sediakan waktu membaca bersama setiap hari.
2. Rasa Ingin Tahu Tinggi
Pertanyaan tak henti menjadi ciri khas. Pertanyaan yang diajukan kerap menyentuh hal ilmiah, abstrak, atau konseptual.
Anak terlihat haus pengetahuan dan gemar mengeksplorasi hal baru. Jadikan proses mencari jawaban sebagai aktivitas bersama dan perlihatkan cara berpikir logis menggunakan buku atau video edukatif.
Baca Juga: 6 Ciri Psikologis untuk Mengenali Pelaku Selingkuh Berantai dalam Lima Menit
3. Ingatan Verbal atau Visual Kuat
Mampu mengingat detail kejadian, informasi, atau urutan dengan sangat akurat. Contoh umum meliputi menghafal film, menyebutkan rute perjalanan, atau mengingat dialog panjang.
Hal ini menandakan kapasitas memori kerja yang luas. Dorong anak menggunakan ingatan untuk membimbing, mengajar, atau menciptakan karya daripada sekadar menghafal.
4. Penalaran Abstrak dan Pola Logika
Anak cepat menangkap makna di balik simbol, angka, atau kalimat kiasan. Kemampuan memahami metafora, ironi, atau perbandingan muncul lebih cepat dibanding teman sebaya.
Tawarkan permainan seperti teka-teki logika, catur, atau simulasi strategi agar pola pikir kompleks terus berkembang.
5. Empati dan Rasa Keadilan Tinggi
Peka terhadap perasaan, kondisi, dan perlakuan terhadap orang atau makhluk lain. Anak cenderung ingin berbagi, membantu, atau merasa terganggu ketika melihat ketidakadilan, bahkan sejak usia dini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
