Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 14.05 WIB

Penjualan Mobil Bekas Melonjak 57 Persen, Jadi Penopang Kinerja Emiten Otomotif di Semester I 2026

Mobil-mobil bekas menunggu dipinang pemilik barunya (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Mobil-mobil bekas menunggu dipinang pemilik barunya (Rian Alfianto/JawaPos.com)

NaJawaPos.com - Permintaan mobil bekas di Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan suku bunga, segmen kendaraan bekas justru menjadi penopang utama pertumbuhan salah satu emiten otomotif, dengan pendapatan dari bisnis ini melonjak 57,4 persen secara tahunan dan mendorong kenaikan pendapatan perusahaan hingga 31,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut yang dicatat dalam lini bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id yang menjadi motor utama pertumbuhan kinerja PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC).

Kontribusi dari lini usaha tersebut mendorong pendapatan perusahaan naik 31,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp589,9 miliar, sekaligus menghasilkan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar.

Kinerja penjualan mobil bekas menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan ASLC selama enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan dari transaksi mobil bekas mencapai Rp493,4 miliar atau meningkat 57,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp313,4 miliar.

“Melalui kinerja Caroline.id tersebut, kita bisa membaca bahwa ASLC semakin menjadi automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia,” Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.

Perseroan menjelaskan, transformasi digital yang mulai dijalankan sejak ASLC melantai di bursa pada awal 2022 telah membentuk ekosistem kendaraan bekas berbasis online to offline yang terintegrasi melalui Caroline.id dan JBA Indonesia.

Hasilnya, meski belum menambah jaringan cabang Caroline.id serta di tengah tekanan ekonomi dan tren kenaikan suku bunga, bisnis mobil bekas perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57,4 persen secara tahunan.

Sementara itu, kinerja JBA Indonesia sebagai balai lelang terbesar di Indonesia terdampak oleh berkurangnya pasokan kendaraan dari perusahaan pembiayaan.

Hingga kuartal II 2026, volume kendaraan yang dilelang melalui JBA sedikit turun menjadi 23,6 ribu unit atau 1,3 persen dari 23,9 ribu unit pada kuartal sebelumnya. Kendati demikian, JBA masih membukukan pendapatan sebesar Rp98,4 miliar.

Adapun MotoGadai, anak usaha ASLC yang bergerak di bisnis gadai, mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,3 miliar.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore