
Ilustrasi bagian suspensi mobil. (istockphoto)
JawaPos.com – Sistem suspensi kendaraan sering kali terlupakan, padahal memiliki peran vital dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.
Khususnya ketika akan melakukan perjalanan jauh, kondisi suspensi yang prima sangat menentukan stabilitas mobil, kemampuan menikung, hingga kekuatan menahan guncangan.
Bila sistem suspense ini bermasalah, risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan pun meningkat drastis.
Sayangnya, tak sedikit pengemudi yang baru menyadari adanya kerusakan pada suspensi saat mobil mulai terasa oleng, sulit dikendalikan, atau bahkan mengalami keausan ban yang tak wajar.
Padahal, tanda-tanda awal kerusakan suspensi sebenarnya bisa dikenali lebih dini jika kita tahu cara mendeteksinya. Berikut cara mudah mendeteksi kerusakan suspensi sebelum perjalanan jauh:
Sebelum berangkat, periksa bagian bawah mobil, terutama di sekitar roda. Lihat apakah ada kebocoran minyak di sekitar shock absorber atau strut.
Jika ada cairan yang merembes, itu bisa menjadi tanda bahwa peredam kejut sudah bocor dan kehilangan kemampuannya untuk menyerap guncangan.
Lakukan tes sederhana seperti menekan bagian depan dan belakang mobil ke bawah, lalu lepaskan. Mobil yang normal akan kembali ke posisi semula dengan cepat. Jika mobil memantul lebih dari 2-3 kali, kemungkinan suspensi sudah aus atau lemah.
Coba bawa mobil untuk test drive singkat dan pengemudi akan merasakan mobil terlalu bergoyang saat melewati jalan bergelombang.
Cek apakah ada suara keras atau berderak saat melintasi lubang atau polisi tidur. Kemudian rasakan apakah setir terasa berat atau tidak stabil saat belok. Jika mengalami hal tersebut, maka suspensi patut dicurigai sebagai penyebabnya.
Amati keausan ban. Ban yang aus secara tidak merata, misalnya hanya bagian dalam atau luar saja, menunjukkan adanya masalah pada penyelarasan roda atau suspensi. Ini bisa memengaruhi traksi, terutama di jalanan licin.
Saat mobil melaju, dengarkan apakah muncul bunyi mencurigakan seperti berderak, berdecit, atau hentakan keras dari area roda atau bawah mobil. Suara ini bisa menandakan bushing, joint, atau komponen suspensi lainnya sudah rusak.
Bandingkan tinggi antara keempat sisi mobil. Jika salah satu sisi lebih rendah dari yang lain, mungkin ada pegas yang patah atau shock yang sudah mati. Ketidakseimbangan ini sangat berisiko untuk perjalanan jauh.
Jika saat pengereman, mobil terasa condong ke satu sisi atau terasa menggoyang, itu bisa menandakan suspensi tidak stabil. Kondisi ini sangat berbahaya di jalan tol atau saat hujan.
Langkah paling aman yaitu jadwalkan pengecekan suspensi di bengkel terpercaya sebelum berangkat.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
