
Pengencangan busi harus sesuai dengan panduan bila tak ingin busi rusak.
JawaPos.com – Busi merupakan komponen yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Sebagai komponen yang memiliki batas usia, busi perlu diperlakukan sesuai dengan petunjuknya. Hal yang paling kecil, misalnya soal pengencangannya.
Banyak pemotor tak memahami jika ada panduan khusus cara mengencangkan busi yang membuatnya bisa bekerja optimal. Bagian pengencangan ini sebenarnya masuk dalam ranah perawatan karena menjaga kinerja optimal busi.
Aftermarket Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano mengatakan pemasangan busi yang kendur dan terlalu kencang akan berdampak pada kebocoran kompresi hingga patahnya ulir busi yang otomatis merusak busi tersebut.
“Apabila busi terlalu kendur, maka dapat menyebabkan bocornya kompresi yang diakibatkan adanya celah yang timbul diantara busi dan cylinder head. Selain itu busi yang kendur juga dapat meningkatkan resiko overheat karena perpindahan panas yang tidak sempurna yang diterima oleh busi,” kata Diko pada JawaPos.com, Selasa (25/9/2018).
Kerusakan lain yang ditimbulkan oleh pemasangan busi yang kendur adalah busi dalam posisi tak pas pada dudukannya di silinde mesin. Hal ini berakibat getaran mesin saat motor menyala dapat menyebabkan busi rusak atau terlepas dari cylinder head.
Sementara bila busi terlalu kencang akan membuat metal shellnya stress karena tekanan yang berlebihan sehingga busi akan mengalami patah pada bagian ulirnya. Jika terjadi hal seperti ini maka sebagian patahan busi akan tertinggal di dalam cylinder head dan tentunya akan menimbulkan pekerjaan baru yang lebih rumit.
Untuk itu, lanjut Diko, saat pengencangan torsi busi harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai. Pnegguna dapat melihat ukuran hexagon yang berbeda sehingga nilai torsi yang dibutuhkan juga berbeda.
Cara yang paling mudah dalam pengencangannya adalah menggunakan kunci torsi yang disesuaikan nilainya. Apabila tidak memiliki kunci torsi yang sesuai maka pengaturan sudut putar menjadi poin utama dalam melakukan proses pengencangan busi.
“Kalau untuk putaran, cukup 180 derajat sampai dengan 240 derajat untuk mengencangkan busi agar tidak lepas. Selain itu petunjuk pengencangan semua tipe busi dapat dilihat pada bagian belakang bungkus busi yang telah disesuaikan dengan tipenya masing-masing,” tukas Diko.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
