Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 14.40 WIB

Stellantis Alami Tahun yang Sulit pada 2025, Penjualan di Amerika Serikat Turun Siginifikan 15 Persen

Stellantis mengalami tahun yang sulit selama 2024. (Carscoops) - Image

Stellantis mengalami tahun yang sulit selama 2024. (Carscoops)

JawaPos.com - Stellantis mengalami tahun yang sulit selama 2024. Setelah mundurnya CEO Carlos Tavares yang lebih awal dari jadwal pensiunnya, 2026, Stellantis mengalami penurunan penjualan yang signifikan di Amerika Serikat dengan angka 15 persen.

Seperti dilansir dari Carscoops, sepanjang 2024, Stellantis telah menjual 1.303.570 kendaraan di seluruh Amerika Serikat, turun tajam 15 persen dari 1.527.090 yang terjual pada 2023.

Performa ini menempatkan perusahaan tersebut jauh di belakang para pesaing domestiknya, seperti Ford yang meningkatkan penjualannya sebesar 4,2 persen menjadi 1.974.009 kendaraan, dan GM yang mengalami peningkatan 4 persen menjadi 2,7 juta unit yang mengesankan.

Penurunan ini juga dirasakan oleh lini utama Stellantis, Jeep. Merek yang sering dianggap unggulan mereka ini mengalami penurunan penjualan sebesar 9 persen menjadi 587.725 unit.

Hal ini disebabkan oleh kerugian dua digit untuk model-model utama, seperti penjualan Grand Cherokee turun 12 persen, Gladiator anjlok 24 persen, dan Renegade anjlok 68 persen. Bahkan Wagoneer, model mahal Stellantis yang masuk ke pasar SUV mewah, mengalami penurunan penjualan sebesar 48 persen.

Merek Ram pun tidak bernasib lebih baik. Penjualan keseluruhan turun 19 persen, sebagian besar disebabkan oleh penurunan sebesar 16 persen pada truk pikap andalan merek tersebut.

Merek Dodge bahkan meraup hasil yang lebih buruk, penjualannya anjlok 29 persen, dari 199.458 unit menjadi 141.730. Hal ini terutama disebabkan oleh matinya Charger dan Challenger klasik, yang mengalami penurunan penjualan masing-masing sebesar 54 persen dan 40 persen.

Di sisi positifnya, Dodge Hornet, yang menikmati penjualan penuh pertamanya tahun ini, membukukan peningkatan 120 persen menjadi 20.559 unit.

Sementara itu, Chrysler, yang dulunya merupakan tonggak utama industri otomotif Amerika, kini berjuang untuk bertahan hidup dengan jajaran produk yang hanya terdiri dari satu model, yakni minivan Pacifica (dan saudara kembarnya Voyager yang berfokus pada armada). Penjualan turun 7 persen menjadi 124.683 unit.

Berbeda dengan merek Jeep, Ram, dan Dodge, Fiat mengalami tahun yang sangat positif. Setelah sembilan tahun berturut-turut mengalami penurunan penjualan, merek Italia ini akhirnya menghentikan tren penurunannya dengan peningkatan penjualan sebesar 154 persen menjadi 1.528 unit.

Sementara itu, saudara Fiat, Alfa Romeo, terus mengalami kesulitan. Penjualan turun 19 persen menjadi 8.865 unit, dengan Stelvio turun 41 persen dan Giulia turun 33 persen. Bahkan peluncuran SUV kompak Tonale tidak dapat menghentikan penurunan penjualan, meskipun berhasil menjual 3.383 unit pada tahun debutnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore