
Photo
JawaPos.com - Usai dua tahun lalu dilarang pemerintah demi bisa mengendalikan pandemi Covid-19, Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing. Masyarakat jelas menyambut hal ini dengan sangat antusias.
Lebaran kali ini bisa jadi momen indah sekaligus mengharukan bagi banyak orang yang merayakan Idul Fitri. Salah satu yang banyak dipilih untuk melakukan perjalanan mudik lebaran adalah menggunakan mobil pribadi. Masing-masing tujuan ditempuh dengan jarak dan medan jalan yang beragam.
Untuk menghadapi hal ini, pemudik tentunya perlu mempersiapkan beberapa hal seperti kesiapan fisik, kendaraan dan mental yang prima. Pasalnya, musim mudik Lebaran kali ini diprediksi bakalan sangat padat.
Yang juga penting diperhatikan saat melakukan perjalanan mudik adalah memilih rute yang akan ditempuh, ada fasilitas apa saja untuk beristirahat merenggangkan otot-otot dan pastinya tempat untuk mengisi ulang bahan bakar.
Kalau sekiranya bakal melalui rute yang jarang SPBU, bolehkah membawa BBM atau bensin cadangan di dalam kabin mobil?
Jawabannya: boleh.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
"Boleh-boleh saja. Asal pastikan wadah (tempat) menyimpan BBM memang aman," terang Bambang Supriyadi, Technical Service Division Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada JawaPos.com.
Tempat aman dimaksud adalah wadah yang memang diperuntukan buat menyimpan bensin, misalnya jerigen. Namun perlu dicatat, jerigen yang digunakan juga bukan jerigen plastik seperti yang biasa digunakan mengemas minyak goreng.
"Bawa pakai jerigen, tapi jangan jerigen plastik, apa lagi pakai botol. Bahaya. Pastikan bawa BBM cadangan pakai jerigen khusus untuk bensin, yang kaleng atau metal," lanjut Bambang.
Dengan material khusus untuk BBM, kualitas penyimpanannya otomatis lebih baik dari jerigen plastik apa lagi botol air minum kemasan. Jerigen khusus BBM menurut Bambang dapat dipastikan kuat dari penguapan zat kimia yang berbahaya bagi keadaan sekitar.
Selain itu, BBM yang disimpan dalam wadah yang tidak semestinya juga berpotensi tumpah. "Ini yang berbahaya, kalau tumpah selain bikin bau satu mobil kan juga berbahaya," tegas Bambang.
Selain membawa BBM cadangan dengan tempat yang semestinya, untuk lancarnya perjalanan mudik, seperti juga sudah disinggung di atas, pelajari dulu rute yang memang akan dilalui.
"Dilihat-lihat dulu rutenya lewat aplikasi (peta digital), kan ada keterangan SPBU ada di wilayah mana-mana saja. Jadi kita tahu kapan harus berhenti untuk mengisi ulang bensin kendaraan," tandas Bambang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
