Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 April 2022 | 03.01 WIB

Perjalanan Jauh Bawa Cadangan Bensin dalam Mobil, Bolehkah?

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Usai dua tahun lalu dilarang pemerintah demi bisa mengendalikan pandemi Covid-19, Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing. Masyarakat jelas menyambut hal ini dengan sangat antusias.

Lebaran kali ini bisa jadi momen indah sekaligus mengharukan bagi banyak orang yang merayakan Idul Fitri. Salah satu yang banyak dipilih untuk melakukan perjalanan mudik lebaran adalah menggunakan mobil pribadi. Masing-masing tujuan ditempuh dengan jarak dan medan jalan yang beragam.

Untuk menghadapi hal ini, pemudik tentunya perlu mempersiapkan beberapa hal seperti kesiapan fisik, kendaraan dan mental yang prima. Pasalnya, musim mudik Lebaran kali ini diprediksi bakalan sangat padat.

Yang juga penting diperhatikan saat melakukan perjalanan mudik adalah memilih rute yang akan ditempuh, ada fasilitas apa saja untuk beristirahat merenggangkan otot-otot dan pastinya tempat untuk mengisi ulang bahan bakar.

Kalau sekiranya bakal melalui rute yang jarang SPBU, bolehkah membawa BBM atau bensin cadangan di dalam kabin mobil?

Jawabannya: boleh.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Boleh-boleh saja. Asal pastikan wadah (tempat) menyimpan BBM memang aman," terang Bambang Supriyadi, Technical Service Division Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada JawaPos.com.

Tempat aman dimaksud adalah wadah yang memang diperuntukan buat menyimpan bensin, misalnya jerigen. Namun perlu dicatat, jerigen yang digunakan juga bukan jerigen plastik seperti yang biasa digunakan mengemas minyak goreng.

"Bawa pakai jerigen, tapi jangan jerigen plastik, apa lagi pakai botol. Bahaya. Pastikan bawa BBM cadangan pakai jerigen khusus untuk bensin, yang kaleng atau metal," lanjut Bambang.

Dengan material khusus untuk BBM, kualitas penyimpanannya otomatis lebih baik dari jerigen plastik apa lagi botol air minum kemasan. Jerigen khusus BBM menurut Bambang dapat dipastikan kuat dari penguapan zat kimia yang berbahaya bagi keadaan sekitar.

Selain itu, BBM yang disimpan dalam wadah yang tidak semestinya juga berpotensi tumpah. "Ini yang berbahaya, kalau tumpah selain bikin bau satu mobil kan juga berbahaya," tegas Bambang.

Selain membawa BBM cadangan dengan tempat yang semestinya, untuk lancarnya perjalanan mudik, seperti juga sudah disinggung di atas, pelajari dulu rute yang memang akan dilalui.

"Dilihat-lihat dulu rutenya lewat aplikasi (peta digital), kan ada keterangan SPBU ada di wilayah mana-mana saja. Jadi kita tahu kapan harus berhenti untuk mengisi ulang bensin kendaraan," tandas Bambang.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore