Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 02.42 WIB

6 Cara Merawat AC Mobil Hybrid Agar Efisiensi Bahan Bakar Tetap Awet dan Maksimal

Seorang pria mengecek cairan di area mesin, sebuah rutinitas Otomotif yang penting dalam merawat mobil (freepik) - Image

Seorang pria mengecek cairan di area mesin, sebuah rutinitas Otomotif yang penting dalam merawat mobil (freepik)

JawaPos.com - Perkembangan dunia Otomotif kini semakin pesat dengan hadirnya berbagai kendaraan ramah lingkungan. Inovasi ini menuntut pemilik kendaraan untuk lebih teliti dalam melakukan perawatan rutin, khususnya pada sistem pendingin kabin. Panduan merawat AC mobil hybrid sangat penting dipahami demi menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar sehari-hari.

Berikut adalah informasi seputar Otomotif mengenai perawatan AC mobil hybrid yang dilansir dari Times of India, Selasa (3/3/2026). Panduan ini merangkum berbagai kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan agar kenyamanan berkendara tetap terjaga maksimal saat cuaca panas.

"Menurunkan kaca jendela sejenak untuk melepaskan panas yang menumpuk, lalu menyalakan AC dapat mengurangi beban pada kompresor dan meningkatkan kecepatan pendinginan."— Pakar Otomotif, Times of India

Buka Kaca Sebelum Nyalakan AC

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung menyalakan pendingin pada suhu maksimal sesaat setelah masuk ke dalam mobil. Padahal, kebiasaan buruk ini bisa sangat membebani sistem kelistrikan kendaraan dan membuat konsumsi bensin lebih boros. Udara panas yang terjebak di dalam kabin wajib dikeluarkan terlebih dahulu agar proses pendinginan berjalan jauh lebih efektif.

Cara paling tepat adalah membuka jendela sejenak sebelum menyalakan pendingin ruangan. Biarkan udara panas keluar dari dalam kabin selama beberapa menit untuk memperlancar sirkulasi awal. Langkah ini terbukti sangat ampuh mencegah mesin kompresor bekerja terlalu keras sejak awal mesin dihidupkan.

Gunakan Mode Sirkulasi Secara Tepat

Pemilihan mode sirkulasi udara yang keliru sering menjadi faktor utama penyebab menurunnya performa pendinginan di dalam mobil. Membiarkan sistem terus menyedot udara luar saat cuaca terik akan memaksa mesin bekerja dua kali lipat lebih keras. Udara panas dari luar akan terus masuk dan memperlambat proses penyejukan ruang kemudi.

Setelah ventilasi awal selesai, sistem harus segera dikembalikan ke mode sirkulasi kabin. Tindakan ini memastikan udara dingin menyebar lebih cepat dan merata ke seluruh sudut kendaraan. Performa mesin pun akan tetap efisien tanpa membuang banyak energi secara percuma.

Rutin Periksa Kebersihan Filter Kabin

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore