Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 04.27 WIB

Brand Jepang mulai Tertekan Dominasi Tiongkok di Pasar EV, Tapi Kualitasnya dalam Jangka Panjang masih Dipertanyakan

Berbagai brand mobil asal Tiongkok ambil bagian dalam Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2026. Sebagian dari mereka menawarkan mobil listrik kepada calon konsumen. (Istimewa) - Image

Berbagai brand mobil asal Tiongkok ambil bagian dalam Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2026. Sebagian dari mereka menawarkan mobil listrik kepada calon konsumen. (Istimewa)

 

JawaPos.com-Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menilai merek mobil asal Tiongkok mulai menggeser dominasi produsen Jepang di sejumlah segmen pasar otomotif Indonesia, khususnya kendaraan listrik (EV) dan mobil untuk kelas menengah.

Ia mengatakan, meski mobil Jepang masih kuat di segmen tertentu, tetapi tekanan dari merek Tiongkok semakin terasa. ''Tiongkok belum akan menggeser popularitas mobil Jepang di segmen SUV entry level, MPV entry level dan Low Cost Green Car (LCGC) Internal Combustion Engine (ICE) konvensional dalam 3 sampai 5 tahun ke depan,” kata Yannes, Selasa (21/4).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pergeseran sudah terjadi di beberapa segmen strategis. Ia menyebut, merek Tiongkok sudah menggeser posisi di segmen EV, SUV, dan hatchback level menengah.

Yannes juga meyakini pabrikan-pabrikan tersebut akan semakin memperkuat citra merek di pasar Indonesia. Menurut dia, salah satu faktor pendorong utama adalah meningkatnya biaya bahan bakar minyak (BBM), yang membuat kendaraan listrik semakin menarik secara ekonomi.

Tren ini diperkirakan akan semakin kuat di kota-kota besar, seiring bertambahnya pilihan model EV dari produsen Tiongkok dengan harga yang relatif terjangkau. ’’Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar dan mendorong adopsi EV Tiongkok di berbagai kota lebih cepat,” katanya.

Walau begitu, Yannes mengakui persepsi konsumen terhadap kualitas jangka panjang mobil Tiongkok masih beragam. Ia menyebutkan hingga saat ini pandangan masyarakat masih mengkhawatirkan nilai jual kembali yang rendah, daya tahan mesin, serta ketersediaan suku cadang dalam jangka panjang.

Namun, ia menilai kondisi tersebut perlahan membaik seiring peningkatan layanan purnajual dan perakitan lokal. Di sisi lain, masuknya merek Tiongkok juga membawa dampak ganda bagi industri otomotif dalam negeri.

Ia menjelaskan, kehadiran pabrik CKD dari produsen Tiongkok memang menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong transfer teknologi. Namun di sisi lain, banyak pemasok komponen lokal tertekan karena produsen Tiongkok cenderung menggunakan rantai pasok mereka sendiri.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore