JawaPos.com - Hujan deras kembali melanda Jakarta pada awal bulan Ramadhan yang akibatkan genangan air di sejumlah titik. Hal ini tentunya menjadi perhatian besar karena mobilitas masyarakat menjadi terhambat.
Kondisi ini juga menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Pasalnya, kendaraan yang terendam banjir berisiko mengalami kerusakan serius dan tidak dapat digunakan.
Agar kendaraan tetap aman saat banjir, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa diikuti untuk meminimalkan risiko kerusakan dan menjaga mobilitas tetap lancar.
Berikut tips pastikan mobil tetap aman meski terkena banjir dari diler Hyundai terbesar di Indonesia, Hyundai Gowa!
Langkah yang Harus Dilakukan saat Lewati Genangan Air
Cek Tinggi Genangan Air
Hal pertama yang harus dilakukan saat lewati genangan air adalah mengecek tinggi genangan air. Jangan paksakan kendaraan untuk melewati genangan air jika ketinggian air melebihi setengah roda.
Kamu harus pastikan juga RPM (Revolutions Per Minutes) kendaraan berjalan stabil dan menggunakan kecepatan rendah untuk mencegah air masuk ke knalpot atau mesin.
Gunakan gigi rendah (L atau 1 di transmisi otomatis, dan gigi 1 di manual) serta jaga RPM kendaraan di kisaran 1.500–2.000 RPM agar tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.
RPM yang terlalu rendah berisiko membuat mesin mati di tengah genangan, sementara RPM yang terlalu tinggi bisa menyebabkan air tersedot masuk ke mesin melalui knalpot atau air intake, yang berpotensi menyebabkan water hammer dan merusak mesin.
Kecepatan ideal saat melewati banjir adalah sekitar 5–10 km/jam untuk menjaga stabilitas kendaraan.
Cari Tempat Aman dan Periksa Kondisi Kendaraan
Setelah berhasil melewati genangan air, segera cari tempat aman dan periksa kondisi kendaraan. Pastikan rem masih berfungsi dengan baik dengan cara menginjak pedal rem secara perlahan beberapa kali untuk mengeringkan sistem pengereman.
Jika mesin tiba-tiba terasa tidak normal atau terdengar suara aneh, segera matikan mesin dan jangan coba-coba menyalakannya kembali.
Bila mobil Terendam Banjir, Jangan Langsung Nyalakan Mesin
Jika mobil terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesin karena bisa menyebabkan water hammer yang berisiko merusak mesin. Segera cabut aki untuk mencegah korsleting dan periksa ketinggian air. Jika air masuk ke dalam kabin atau menutupi kap mesin, segera hubungi bengkel terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah air surut, keringkan interior mobil untuk menghindari jamur, serta periksa oli mesin dan transmisi. Jika oli berubah warna menjadi coklat susu, segera lakukan penggantian.
Selain itu, pastikan sistem kelistrikan, lampu, dan klakson berfungsi normal sebelum digunakan kembali. Hindari menggunakan rem tangan saat parkir setelah banjir agar tidak menempel, dan periksa filter udara serta knalpot untuk memastikan tidak ada air yang tersisa.