
Ilustrasi: Komponen dalam semikonduktor. (Florence Lo/Reuters).
JawaPos.com - Kedutaan Besar Tiongkok di Belanda dilaporkan keberatan dengan peraturan yang baru diberlakukan yang membatasi ekspor peralatan semikonduktor canggih. Hal ini menyusul laporan bahwa Belanda kini ikut-ikutan Amerika Serikat (AS) membatasi hubungan dagang di bidang teknologi dengan Tiongkok.
Dilansir dari Reuters via Gizmochina, Kedutaan Besar Tiongkok di Belanda menyatakan bahwa peraturan tersebut mengeksploitasi langkah-langkah kontrol ekspor dan bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas dan peraturan perdagangan internasional.
Pada hari Jumat pekan lalu, pemerintah Belanda mengeluarkan perintah menteri yang membatasi ekspor peralatan semikonduktor canggih tertentu. Hal ini diyakini secara luas menargetkan Tiongkok karena intervensi dan tekanan dari Amerika Serikat.
Sebagai tanggapan, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengeluarkan pernyataan mendesak Belanda untuk tidak menghalangi kerja sama bilateral dalam industri semikonduktor. Otoritas terkait di Tiongkok juga meminta pihak Belanda untuk menahan diri dari penyalahgunaan kontrol ekspor.
Menanggapi pembatasan yang baru diberlakukan pada ekspor peralatan semikonduktor oleh pemerintah Belanda, Kedutaan Besar Tiongkok di Belanda telah meminta untuk segera mengoreksi apa yang dianggapnya sebagai praktik yang salah.
Kedutaan mendesak Belanda untuk mempertimbangkan pemeliharaan aturan perdagangan internasional dan keadaan keseluruhan kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Belanda. Selain itu, Kedutaan menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan pihak Belanda untuk mencari solusi yang saling menguntungkan dan mempromosikan pembangunan yang sehat dari hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Pernyataan yang dibuat sebagai tanggapan atas pertanyaan media tersebut menyoroti komunikasi yang intensif dan beragam antara kedua negara mengenai masalah ini. Pemerintah Tiongkok sendiri menekankan pentingnya dialog terbuka dan kerja sama di sektor semikonduktor.
Keputusan pemerintah Belanda untuk memberlakukan pembatasan baru pada ekspor peralatan semikonduktor tertentu selaras dengan upaya pimpinan AS untuk membatasi pasokan komponen berteknologi tinggi ke Tiongkok.
Langkah tersebut kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara Barat, karena industri semikonduktor global memainkan peran penting di berbagai sektor, termasuk industri pertahanan, elektronik, dan otomotif.
Pembatasan ekspor peralatan semikonduktor juga dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan teknologi dan hubungan perdagangan internasional.
Tanggapan dari Kedutaan Besar Tiongkok sendiri berkali-kali menekankan pentingnya mempertahankan praktik perdagangan yang adil dan terbuka sambil mendesak Belanda untuk mempertimbangkan kembali dampak pembatasan tersebut terhadap kerja sama bilateral.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah gesekan geopolitik dan ekonomi yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan beberapa negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Kontrol dan pengaturan teknologi canggih, termasuk semikonduktor, telah menjadi poin utama perdebatan dalam dinamika ini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
