
Suparto Wijoyo
HARI ini Provinsi Jawa Timur berulang tahun ke-78. Sebuah usia yang ditandai dengan fenomena para capres yang memperebutkan suara warganya di kontestasi Pilpres 2024. Sebuah ekspose sisik melik yang menarik dari kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Semua dapat disorot, mulai sektor ekonomi yang inklusif, kesejahteraan yang meningkat, hingga reformasi birokrasi berbasis IT dalam spirit Optimis Jatim Bangkit.
Pada titik ini, Jatim seolah menempuh jalan sufistik Jan-Fishan: Kau bisa mengikuti suatu arus // Pastikan bahwa arus itu menuju samudra // Tetapi jangan kacaukan arus dengan samudra.
OPOP Adalah Kreasi-Inovasi Keumatan
Produk-produk pesantren diunggah dalam balutan one pesantren one product (OPOP). Basis pesantren diubah dari institusi teologis, keagamaan, dan pendidikan menjadi lembaga ekonomi. Transformasi fungsi pesantren ’’diorkestrasi” melalui kebijakan gubernur. Dalam OPOP terdapat koneksitas peningkatan basis produksi UMKM.
Pemerintah provinsi menyiapkan database UMKM melalui sensus UMKM ala pesantren. Pemerintah hadir untuk mendesain agar produk UMKM memiliki daya saing dalam menghadapi pasar bebas dengan pelaku utama pesantren, santri, dan masyarakat. Pada kegiatan produksi, niscaya dicapai paradigma inklusif (inclusive growth mindset) serta dibarengi dengan inovasi kebijakan dan strategi (policy & strategy innovation).
OPOP dapat disuarakan dalam konteks konsepsi Jatimnomics ala Pakde Karwo dulu itu sebagai model Indonesia incorporated dengan beberapa ciri yang tidak terpisahkan, yaitu: (a) terdapat pola keberlanjutan dan perubahan kinerja (sustainability and change); (b) output bersifat untuk semua/Indonesia, tidak hanya untuk Jatim (for all); (c) pada setiap aktivitas, tidak sekadar memfungsikan kebijakan fiskal semata, namun lebih pada peran mengonstruksi peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi (by design); (d) output berupa pertumbuhan tidak hanya mencapai percepatan, namun lebih pada dampak di pengurangan kemiskinan, pengurangan disparitas, serta pengurangan pengangguran dan peningkatan IPM (inclusive growth mindset); (e) pada setiap aspek selalu muncul inovasi kebijakan dan strategi dan tidak sekadar ’’as usual” policy and strategy innovation; (f) dalam membangun UMKM, lebih bersifat partisipatif (participatory based development); (g) peran Pemerintah Provinsi Jatim diutamakan dalam mengonstruksi ke tiga aspek kegiatan utama ekonomi: produksi segmen UMKM, pembiayaan yang kompetitif, maupun pemasaran.
Dengan peta jalan itu, sesungguhnya warga Jatim amat beruntung memiliki kesinambungan sosok kepemimpinan yang transformatif dari Pakde Karwo ke Bunda Khofifah. Semangat ini senapas dengan ungkapan puitis sastrawan Freiligrath yang acapkali dirujuk Bung Karno dalam berpidato: ’’man totet den Geist nicht” yang arti bebasnya: ’’semangat tidak bisa dibunuh”. Optimis Jatim Bangkit kian diteguhkan.
Kepemimpinan Matahari-Rembulan-Bumi
Kepemimpinan di Jatim itu bagi saya dapat terkonstruksi segi tiga pertautan antara demokrasi, birokrasi, dan rakyat secara monumental, yang terbaca dalam sistem semesta. Demokrasi merupakan ’’matahari” yang memancarkan sinarnya untuk dituang dalam wadah birokrasi yang laksana ’’rembulan” untuk dipantulkan kembali guna menerangi rakyat sebagai ’’bumi”. Tentu saja bumi ’’umat”) harus diolah (bukan dijarah) dengan kelembutan rembulan ’’birokrasi”) yang bertugas memantulkan tanpa henti cahaya matahari ’’demokrasi”). Semua itu dengan tetap memperhatikan garis edar tata surya yang bertaburan bintang-bintang (sebagai pemandu) yang berupa norma-norma pemerintahan. Hubungan cahaya mencahayai atau pantul memantulkan energi matahari ke rembulan menuju bumi harus dibaca secara siklikal, dan bukan vertikal maupun horizontal agar tidak terjadi penggerhanaan yang dapat menimbulkan keriuhan rakyat.
Hal itu merupakan penanda kesadaran untuk selalu ingat pada asal usul kuasanya, sumber daulatnya. Ibarat air yang mengalir di sungai pada lanjutan kisahnya harus tetap berlabuh di muara luas yang bernama lautan. Terhadap hal itu, ada ungkapan puitis yang dilansir proklamator Republik Indonesia Soekarno: Door de zee op te zoeken, is de rivier trouw aan haar bron// Dengan mengalirnya ke lautan, sungai setia pada sumbernya.
Penulis menyaksikan bahwa kepemimpinan Jatim telah memberikan daya juang pelaksanaan urusan pemerintahan yang dibangun secara demokratis dan mengedepankan fungsi sebagai pelayan rakyat yang baik (”good-services”). Dalam lingkup inilah, terbaca kuat tekad melakukan administrative reform agar seluruh jajaran birokrasi pemerintahan mampu menjadi pelayan rakyat yang terbaik. Tekad demikian membutuhkan perhatian serius dari seluruh stakeholder untuk berpartisipasi atas upaya para kepala daerah mereformasi administratif dalam birokrasi pemerintahan.
Catatan ini pun menjadi vibrasi leadership untuk menoleh ke Jatim, bukan hanya soal warga nahdliyin yang besar, tetapi ada sosok pemimpin yang pantas dipandang. Apa yang telah dilakukan dan diraih pemimpin daerah ini dapat dijadikan cermin yang memantulkan kekuatan baru yang penuh dedikasi. Akankah kepemimpinan gubernur Jatim beranjak ke gelanggang cawapres? Tampaknya restu otoritas pemimpin nasional selalu dinanti sebagai keterpanggilan mandat demokrasi bagi perjalanan berikutnya dengan melakukan padatan-padatan kreasi guna menyelami ’’amanat penderitaan rakyat”.
Ungkapan tersebut semakna dengan bingkai mozaik jiwa-jiwa pepohonan yang harus berbuah. Diungkapkan Syekh Musliuddin Sa’di Shirazi dalam karya sastranya Bustan: Setiap orang yang tidak memiliki kenangan yang ditinggalkan // Pohon keberadaannya tidak akan menghasilkan buah//... //Dan setiap orang mendapatkan apa yang dulu ia semaikan.
Dirgahayu Jatim. (*)
*) SUPARTO WIJOYO, Guru Besar Fakultas Hukum, Dosen Kepemimpinan Transformatif Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
