Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Agustus 2021 | 02.05 WIB

Mural Bernada Protes, Kepuasan Publik terhadap Jokowi Amblas

Petugas PPSU memakai masker saat menyelesaikan pembuatan mural melawan Covid-19 di Terowongan Cawang, kelurahan Cikoko, Jakarta, Sabtu (24/7/2021). Pemerintah terus berkampanye melalui pesan mural untuk mengingatkan kepada masyarakat agar saling menjaga d - Image

Petugas PPSU memakai masker saat menyelesaikan pembuatan mural melawan Covid-19 di Terowongan Cawang, kelurahan Cikoko, Jakarta, Sabtu (24/7/2021). Pemerintah terus berkampanye melalui pesan mural untuk mengingatkan kepada masyarakat agar saling menjaga d

JawaPos.com - Belakangan ini banyak muncul mural di sejumlah kota. Mural tersebut bernada kritis terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19.

Sebagian besar isi mural itu menyuarakan keresahan rakyat terhadap dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja mengatakan, kritik dengan cara membuat mural adalah bentuk ketidakpuasan publik terhadap Jokowi. “Di tengah menjamurnya mural bernada protes terhadap penanganan pandemi Covid-19, kepuasan publik terhadap Jokowi amblas,” ungkap Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan tertulisnya kepada pers di Jakarta, pada Kamis (26/8).

Achmad Subadja mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari kebijakan PPKM untuk menangani Covid-19 ini sangat terasa di sektor perekonomian. Hal itu membuat kepuasan publik terhadap Jokowi merosot di bawah 60 persen. Saat ini tingkat kepuasan terhadap Jokowi hanya mencapai 59,2 persen.

Di sisi lain, imbuhnya, Pemerintah membanggakan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 yang mencapai 7,07 persen. Bagi rakyat, tingginya angka pertumbuhan tersebut seperti tidak berkorelasi dengan kesulitan ekonomi yang masih mereka rasakan. Masyarakat merasakan kesulitan ekonomi karena perpanjangan PPKM.

“Melesatnya angka pertumbuhan itu lebih didorong oleh low-base effect, karena rendahnya pertumbuhan tahun lalu yang minus,” lanjut Achmad.
Menurut Achmad Subadja, angka itu juga diukur ketika Indonesia belum dihantam virus korona varian delta.

Hal tersebut bisa dilihat dari tingginya ketidakpuasan publik dalam survei Voxpopuli Research Center. Survei itu menyatakan ketidapuasan publik mencapai 33,3 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab sebanyak 7,5 persen. “Pemerintah harus mengupayakan keseimbangan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,” pungkas Achmad.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 10-20 Agustus 2021, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Semua responden dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore