JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tegas! TGB Peringatkan Oknum-oknum yang Menyebutnya Kafir

20 Juli 2018, 19:01:50 WIB | Editor: Imam Solehudin
TGB
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kecaman terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi mengalir deras. Bahkan di media sosial, pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu sempat disebut kafir.

Keladinya lantaran mendukung Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya pada 2019 mendatang.

Menanggapi tudingan itu, TGB memberikan jawaban tegas. Dia meminta agar publik lebih berhati-hati dalam menggolongkan seseorang sebagai kafir. Sebab jika orang tersebut tidak terbukti seperti yang dituduhkan, maka ungkapan tersebut akan balik mengarah kepada orang yang menuduhkan.

"Siapa yang kafirin saya? Ya saya sih mendoakan saja lah bahwa hati-hati ketika kita mengkafirkan orang yang tidak kafir, ucapan itu kembali kepada kita," ujar TGB di Rumah Makan Taliwang Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/7).

Sementara itu lanjut TGB, jika memag ada pihak yang tidak sepaham dengan keputusannya mendukung Jokowi tidak perlu bereaksi berlebihan. Apalagi jika pada akhirnya memicu lahirnya fatwa keagamaan berdasarkan perbedaan pilihan politik.

"Perbedaan pilihan politik di Indonesia itu tidak boleh melahirkan fatwa-fatwa keagamaan yang menganggap orang lain yang berbeda pilihan itu tidak muslim, tidak muslim yang kaffah, apalagi dianggap tidak komit kepada Islam, apalagi disebut munafik itu tidak boleh," tegasnya.

Politikus partai Demokrat itu mengatakan, kontestasi perebutan tahta kepemimpinan di Indonesia harus berdasarkan kebaikan. Sehingga siapapun yang menjadi capres atau cawapres, dipastikan adalah anak terbaik bangsa.

Dengan demikian perbedaan pilihan politik selayaknya tidak terus dipermasalahkan, apalagi jika berujung permusuhan. Keutuhan NKRI disebut harus menjadi prioritas seluruh anak bangsa.

"Jadi beda pandangan politik antara kita tidak boleh menyebabkam ada fatwa-fatwa keagamaan yang kemudian merusak persaudaraan kita sebagai anak bangsa," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up