
Photo
JawaPos.com - Beredar sebuah poster deklarasi dan dukungan Capres-Cawapres untuk Pilpres 2024 kepada Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko. Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad menduga ada oknum yang sengaja mau merusak nama baik Moeldoko.
"Poster abal-abal ini tujuannya mirip dengan cara-cara yang dilakukan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-Red) dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono-Red) yang tujuannya mediskreditkan Pak Moeldoko," ujar Rahmad kepada JawaPos.com, Jumat (19/3).
Oleh sebab itu, kata Rahmad, mereka mengecam cara-cara yang tidak santun tersebut. "Kami menolak keras cara-cara yang tidak santun, cara hutan rimba, cara hoax. Karena cara-cara itu bukan budaya Pancasila," tegasnya.
Terpisah, politikus Partai Demokrat versi KLB, Max Sopacua menegaskan poster deklarasi Puan-Moeldoko tersebut dibuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. "Yang jelas mereka tidak senang dengan kehadiran Pak Moeldoko untuk memimpin Demokrat ini," ungkap Max.
Diketahui, beredar poster deklarasi dan dukungan Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani dan Moeldoko yang digelar di Surabaya pada Senin 29 Maret 2021 mendatang. Pada poster tersebut dituliskan bahwa Puan Maharani merupakan calon presiden dan Moeldoko merupakan calon wakil presiden.
Selain itu juga terdapat nomor ponsel yang dituliskan pada poster tersebut.
"Untuk info lebih lanjut dan registrasi hubungi 081230648116 mealui telfon atau whatsapp. Acara ini diselenggarakan oleh Pro Bakti NKRI," demikian tulisan pada poster tersebut.
JawaPos.com sudah menghubungi dan mengirimkan pesan singkat ke nomor telpon yang tertera di dalam poster tersebut, namun belum mendapatkan respons. Alamat situs yang tertera, yakni probaktinkri.id, juga tidak bisa diakses.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
