Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2019 | 19.52 WIB

TKN Sebut Prabowo Produsen Hoaks Terbesar di Indonesia

Prabowo Subianto dinilai telah memanipulasi data jumlah pengguna narkoba di Indonesia. TKN menyebut mantan Danjen Kopassus itu sebagai produsen hoaks terbesar di Indonesia. - Image

Prabowo Subianto dinilai telah memanipulasi data jumlah pengguna narkoba di Indonesia. TKN menyebut mantan Danjen Kopassus itu sebagai produsen hoaks terbesar di Indonesia.

JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyebut, pidato Prabowo Subianto tentang jumlah pengguna narkoba di Indonesia, salah. Pidato tersebut disampaikan Prabowo di Kampus UKRI, Jumat (8/3).


Dalam pidatonya, Prabowo menyebut, jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada 2015 telah mencapai 5,9 juta pengguna. Menurut anggota TKN, Inas Nasrullah, Prabowo telah memanipulasi data.


"Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Diah Utami di Gedung BNN, pada tanggal 26 Juni 2018 mengatakan, pengguna narkoba pada 2017 adalah 3,5 juta orang," katanya, kepada wartawan, Minggu (10/3).


"Lalu Prabowo membuktikan dirinya sebagai produsen hoaks terbesar di Indonesia dengan mengatakan, kemungkinan 8 juta anak-anak kita kena narkoba. Dan 10 tahun lagi, 20 juta anak-anak Indonesia candu narkoba," imbuhnya.


Inas mengatakan, data yang disampaikan Prabowo itu tidak sesuai dengan data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebut pengguna narkoba terus turun hingga 2018. Tak hanya soal jumlah pengguna narkoba, Inas juga mengatakan, Prabowo memanipulasi informasi tentang kartel narkoba.


Prabowo mengatakan, ada 72 kartel narkoba yang 'bermain' di Indonesia. Inas memastikan, data Prabowo itu berbeda dari pernyataan Budi Waseso pada 2 Agustus 2016, ketika masih menjadi Kepala BNN.


Kala itu, Buwas mengatakan, pelaku penyelundupan sabu seberat 15 kilogram yang diamankan di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat, adalah bagian dari 72 jaringan internasional narkotika yang mengincar Indonesia sebagai tempat pemasaran.


"Jika, keterangan Kepala BNN saja dimanipulasi sedemikian rupa demi kepentingan intrik politik Prabowo Subianto, maka apabila Indonesia dipimpin politikus seperti itu, bisa jadi banyak lawan politiknya kelak yang dijebloskan ke penjara berdasarkan fatka dan data yang dimanipulasi juga," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore