
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahean. Ferdinand menilai akun resmi TNI AU terlalu reaktif kepada Andi Arief.
JawaPos.com - Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terlibat 'twitwar' dengan akun resmi TNI Angkatan Udara, karena salah satu unggahannya yang dianggap menyeret nama matra berbaju loreng tersebut. Melalui akun resminya, Andi mengaku pernah meminta bantuan dua anggota TNI untuk mengecek kasus hoax tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.
Dari pernyataan ini, TNI AU pun meminta klarifikasi ihwal siapa anggota TNI yang dimaksudkan oleh Andi tersebut. Sebab, institusi yang dikomandoi oleh marsekal Hadi Tjahjanto itu harus netral dalam pemilu. Namun, saat itu Andi tegas menolak.
"Kalau saya gak jawab, itu hak saya. Kalau masih memaksa, tanya sama tembok. Biar saya main gasing," kicaunya kepada akun twitter TNI AU.
Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahean menilai akun resmi TNI AU terlalu reaktif kepada Andi Arief. Dia pun menjelaskan ihwal siapa matra TNI yang dimaksudkan kadernya tersebut.
"Sebetulnya terlalu reaktif akun TNI AU itu terlalu reaktif dan genit. Dia harus tau kita ini orang sipil, banyak sekali berteman dengan kawan-kawan dari tentara dan polisi. Dimana mana kita berteman," kata Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Senin (7/1).
Kondisinya, Andi hanya ingin bertanya ihwal benar atau tidaknya informasi mengenai adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos masuk dari Tanjung Priok. Saat itu, Andi pun mencari kebeneran informasi melalui orang yang disebut temannya tersebut.
"Namanya berteman, kadang-kadang kita bertanya, apalagi kondisi kemarin. Andi arief itu punya banyak teman tentara, jangankan sersan, jenderal pun dia banyak teman. Tetapi dalam konteks pertemanan ini dia cari kebenaran, dia kontaklah temannya yang tentara mungkin tahu. 'woi bro, tahu nggak ada kabar (tujuh kontainer surat suara tercoblos) ini beredar?'," katanya.
Jadi, bukannya tentara ini mengetahui peristiwa lalu menginformasikan ke andi arief lalu menyembunyikannya. Ini tidak demikian," sambungnya.
Atas dasar itu semua, Ferdinand menilai akun resmi TNI AU itu tidak pantas untuk menyampaikan hal tersebut di hadapan publik. Dia pun meminta seluruh pihak untuk berhenti dalam perdebatan tersebut.
"Sesuatu yang tidak pantas dari akun resmi yang disampaikan sebuah lembaga negara. Itu tidak patut dilakukan. Kita sudahi perdebatan ini, mari sama sama mencari kebenaran dibalik sebuah isu. Supaya, bangsa kita demokrasinya menjadi selamat," pungkasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
