alexametrics

Prabowo Buat Pengakuan Mengejutkan soal Mundurya Soeharto

5 April 2019, 23:01:13 WIB

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto membuat pengakuan mengejutkan seputar jatuhnya rezim Orde Baru (Orba) yang dipimpin mantan presiden Soeharto. Prabowo yang ketika berstatus menantu sang presiden, mengklaim mendukung gerakan reformasi 1998 yang dikomandoi aktivis dan mahasiswa.

Itu diungkapkan Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan dari GERAAK (Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (5/4). Prabowo mengatakan, saat reformasi pecah dirinya telah berpangkat jenderal berbintang tiga.

“Saya dulu bagian dari suatu rezim yang berkuasa. Saya berusaha mengoreksi rezim itu dari dalam. Kawan-kawan, kami berusaha dan kami melancarkan dan kami mendukung gerakan reformasi waktu itu. Walaupun pemimpin rezim yang berkuasa saat itu adalah mertua saya sendiri,” kata Prabowo dalam paparannya.

Prabowo mengakui saat itu dihadapkan pilihan berat apakah akan membela negara atau membela keluarga. Akhirnya, jenderal berjuluk 08 itu memutuskan untuk setia kepada tuntutan rakyat Indonesia.

“Pada saatnya saya harus mengambil keputusan. Apakah membela keluarga atau membela suatu kesetiaan yang lebih tinggi dari sekadar kekeluargaan, yaitu setia kepada negara bangsa dan rakyat Indonesia,” tuturnya.

Singkatnya, Prabowo menyarankan agar Soeharto untuk mengundurkan diri dari kursi presiden pada gerakan reformasi 98. Desakan itu, tegas dia, bukan karena dia tidak sayang dan setia terhadap sang mertua. Lebih jauh dari itu, dia mempunyai pertimbangan yang lebih baik.

“Waktu itu saya ikut menyarankan agar presiden Soeharto mengundurkan diri. Bukan karena saya tidak loyal pada Pak Harto. Justru karena saya loyal pada Pak Soeharto. Karena saya cinta sama Pak Harto,” terangnya.

“Ibarat kalau kita cinta sama orang tua dan kita lihat orang tua memang dalam keadaan yang sulit. Mungkin dari segi kapasitas fisik dan kapasitas usia, sudah saatnya orangtua kita istirahat daripada duduk di depan mengemudikan kendaraan. Lebih baik serahkan kepada yang lebih muda yang bisa menghadapi kondisi pada saat itu,” tutupnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Igman Ibrahim