
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan sambutan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah, mulai dari koalisi di Pilkada Serentak 2020 hingga proses legislasi di DP
JawaPos.com - Nasib Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat tergantung keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Apalagi semenjak lahirnya keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy tersebut.
Menurut Peneliti Centre for Strategic International Studies (CSIS) Arya Fernandes, sampai saat ini Partai Demokrat sebetulnya masih dalam kendali AHY. Bila dilihat secara politik hukum, posisi AHY secara de jure dan de facto masih kuat. Alasannya, purnawirawan TNI-AD itu masih mengantongi mandat penuh dari pemilik suara Kongres V yang digelar 15 Maret 2020 lalu. "Kemungkinan besar (Partai Demokrat) masih di tangan AHY," ujar Arya Fernandes kepada JawaPos.com, Jumat (5/3).
Alasan lain Partai Demokrat masih dalam kendali AHY diatur dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART). Sebagaimana diketahui syarat formal keputusan kongres dianggap sah jika jika peserta sudah kuorum.
"Mayoritas dari DPD dan DPC kan masih dalam kendali AHY. Begitu juga soal syarat formal pelaksanaan KLB. Secara politik hukum, de facto dan de jure AHY masih kuat," ujar dia.
Kendati demikian, Arya Fernandes mengingatkan bahwa nasib AHY di Partai Demokrat masih berpotensi goyang. Semua itu tergantung dari keputusan Kemenkum HAM, apakah menyatakan KLB di Deli Serdang sah atau tidak.
"Nanti KLB akan mengusulkan kepengurusan ke Kemenkum HAM. Di sinilah profesionalisme dan independensi Kemenkum HAM diuji, melihat mana kepengurusan yang sah dan tidak," terang dia.
Baca juga: AHY Tuding Peserta KLB Deli Serdang Terima Imbalan Uang
Agar tidak terjadi dualisme di Partai Demokrat, maka peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menengahi sangat diperlukan. Sebab, Moeldoko adalah anak buah Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju yang kini menjabat sebagai kepala staf presiden (KSP). "Posisi Pak Jokowi penting untuk memberikan solusi politik, mencari jalan tengah, menjadi penengah," tegas Arya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=aYQNgKGwn64
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022