
Sejumlah siswa menggunakan fasilitas WiFi saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Warga setempat menyediakan wifi gratis bagi pelajar yang terkendala biaya kuot
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Maret 2021 akan mulai menerapkan Asesmen Nasional (AN). Di mana AN ini bukan sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan menjadi acuan untuk peningkatan kualitas peserta didik.
Jadi, sekolah yang akan menentukan lulus atau tidaknya peserta didik berdasarkan acuan AN tahun sebelumnya. Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang mengejar nilai untuk lulus, di AN yang akan diukur adalah kompetensi literasi, numerasi dan karakter.
Ketua Yayasan Guru Belajar Bukik Setiawan pun menjelaskan, makna lulus AN adalah sebagai keberhasilan sekolah atau madrasah meningkatkan kualitas pendidikannya di tahun mendatang, dengan standar acuan tahun lalu. Di mana diketahui bahwa AN akan dilangsungkan pada kelas 5, 8 dan 11.
"Saya memaknainya sebagai berhasil dan bisa mencapai tujuan sekaligus mendapatkan manfaat dari AN, kalau lulus kita dapat manfaat, kalau ngga lulus, ngga dapat manfaat, jadi cuma capeknya doang," ungkap dia dalam webinar Jurus Jitu Lulus Asesmen Nasional, Selasa (3/11) malam.
Dia juga memberikan pengetahuan apa keuntungan melaksanakan AN. Salah satunya adalah mendapatkan potret kualitas pembelajaran di sekolah. Sebab, nanti yang akan dinilai adalah sekolah berdasarkan penilaian komponen dalam AN.
"Mendapatkan umpan balik untuk bisa melakukan peningkatan kualitas pembelajaran dan sebagai dasar untuk penyusunan program, baik program belajar di kelas, sekolah atau madrasah di daerahnya," tutur dia.
Baca juga: Sekolah Cikal Tidak Tanggapi Tudingan Bisnis ‘Lulus Asesmen Nasional’
Sebagai informasi, AN terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM ini dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di masa depan.
Bagian kedua dari AN adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Bagian ketiga dari AN adalah survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5koAXTlQsG4

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
