
Sejumlah orang tua murid berunjuk rasa di depan kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (29/6/2020). Unjuk rasa yang diikuti ratusan orang tua murid tersebut menuntut penghapusan syarat usia dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta. Foto: Dery Ri
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menggunakan usia sebagai tolak ukur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI 2020. Hal tersebut pun menjadi permasalahan yang membuat mayoritas masyarakat menolak.
Menanggapi hal itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji berpendapat bahwa apa yang dilakukan Disdik DKI sudah tepat, yakni terkait pemerataan pendidikan.
Sebab, berdasarkan neraca pendidikan daerah (NPD) di DKI Jakarta 2019, terdapat 20 persen anak usia SMA dan SMK, 18 persen anak usia SMP san lebih dari 4 persen anak usia SD di kawasan ibu kota yang belum bersekolah.
"Itu kan besar. Pertanyaannya siapa yang mau mikirin mereka, apakah mereka terus ngga punya hak untuk sekolah. mereka yang beberapa tahun nggak sekolah ini didahulukan dan diprioritaskan, bagus kan, pemerataan pendidikan," ungkap dia ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (4/7).
Kemudian, menurutnya, mereka yang tidak bersekolah ini berada dari kalangan menengah ke bawah. Sebab, anak didik yang keluarganya mampu tentu saja akan menyekolahkan anaknya bagaimanapun juga.
"Sekarang Pemprov DKI membuka akses untuk menerima anak-anak yang selama ini tidak sekolah. Mereka itu tidak sekolah karena (seleksi, Red) dengan nilai. Anak orang kecil (tidak mampu) pasti di bawah anak orang kaya (nilainya). Anak orang kaya kan bisa beli buku, bimbel, panggil guru les. Anak miskin kan tidak," tutur dia.
Mengomentari mayoritas orang dari ekonomi berkecukupan yang tidak terima anaknya gagal seleksi di sekolah negeri, Indra pun mempertanyakan alasan kenapa mereka sulit sekali menerima hal tersebut.
"Kenapa sih harus ngotot, apalagi yang keluarga menengah ke atas. Gunakan ini untuk memberikan didikan kepada anak yang baik, daripada mendidik anak supaya menghalalkan segala cara untuk mendapat keinginan. Ajarkan mereka untuk berbagi, ajarkan mereka berkeadilan sosial," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
