
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto. Evarianus Supar/Antara
JawaPos.com–Tim penyidik Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Mimika, Papua, masih menunggu kedatangan tim auditor BPKP Perwakilan Papua. Tim BPKP itu akan mengaudit kerugian negara dalam perkara korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Wania kuartal pertama tahun anggaran (TA) 2019.
Kasatreskrim Polres Mimika AKP Hermanto seperti dilansir dari Antara di Timika mengatakan, penyidikan kasus tersebut sedikit terganjal karena belum dilakukan audit investigasi Tim BPKP.
”Keterlambatan penanganan perkara ini sebetulnya bukan semata-mata dari kami. Masalahnya, sampai sekarang kami masih menunggu kedatangan tim audit dari BPKP Perwakilan Papua. Saat ini Tim BPKP masih mengaudit perkara lain yang juga locus-nya di Timika yang ditangani Ditreskrimsus Polda Papua (perkara korupsi dana operasional Sentra Pendidikan Berpola Asrama Timika tahun anggaran 2019),” kata Hermanto.
Hermanto mengatakan, jajarannya terus berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Papua, agar segera melakukan audit investigasi perkara korupsi BOK Puskesmas Wania.
”Kami terus berkoordinasi dengan BPKP, apakah nanti setelah mereka menyelesaikan audit perkara yang ditangani Ditreskrimsus Polda, sekaligus mengaudit perkara dana BOK Puskesmas Wania, kami prinsipnya menunggu saja. Kemungkinan akan ada tim lain yang mengaudit perkara korupsi yang kami tangani,” ujar Hermanto.
Menurut Hermanto, dugaan penyelewengan keuangan negara yang dilakukan oknum mantan Kepala Puskesmas Wania cukup terang-benderang. Dana yang diduga telah diselewengkan berjumlah sekitar Rp 499 juta. Dana itu bersumber dari APBN non fisik tahun anggaran 2019 yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional puskesmas itu.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 14 orang saksi, di antaranya para pegawai Puskesmas Wania. Indikasi korupsi pengelolaan BOK Puskemas Wania terendus pada 2019, setelah para petugas kesehatan menutup operasional puskesmas itu lantaran tidak puas dengan pengelolaan anggaran operasional oleh pimpinan. Akibat penutupan itu, sejumlah pasien dan ibu hamil yang datang ke Puskesmas Wania tidak mendapatkan pelayanan semestinya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=HHjHFnAwYxA

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
