
Jokowi di Konser Putih Bersatu, GBK, Sabtu (13/4). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo ikut buka suara terkait pengumuman Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka dalam kasus suap proyek kerjasama PLTU Riau 1. Sofyan Basir diduga menjadi perantara pertemuan antara Eni Maulani Saragih dan pihak Blackgold.
"Iya, berikan kewenangan ke KPK untuk menyelesaikan setiap masalah-masalah hukum yang ada dalam hal ini korupsi," kata Jokowi singkat di Jakarta, Rabu (24/4).
Sofyan menjadi tersangka keempat dalam perkara yang diawali operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Juli tahun lalu itu. Mantan Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tersebut menyusul tiga orang lain yang lebih dulu diproses KPK.
Yaitu, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, dan pemegang saham mayoritas Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut Sofyan berperan penting dalam skandal suap tersebut. Diawali dari buntunya permohonan anak perusahaan Blackgold, PT Samantaka Batubara, untuk mendapatkan proyek independent power producer (IPP) PLTU Riau 1 pada 2015.
"Akhirnya, Johannes Kotjo mencari bantuan agar diberi jalan untuk berkoordinasi dengan PLN,” kata Saut di gedung KPK kemarin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022