
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memprediksi masih ada kelompok lain yang tak terdeteksi dan melakukan penembakan terhadap korban kerusuhan 22 Mei. Mereka bukan kelompok Kivlan Zein, bukan pula kelompok S dan 15 orang yang ditangkap di Jawa Barat.
Tito menuturkan, selama ini Polri telah mengungkap tiga kelompok yang memiliki senjata ilegal terkait peristiwa 22 Mei. Pertama, kelompok yang beranggota 15 orang dengan memiliki empat senjata. "Kelompok kedua Bapak S yang mengirim senjata dari Aceh dan KZ yang kelompoknya memiliki senjata," urainya.
Tiga kelompok tersebut terindikasi akan menggunakan senjata api. Namun, mungkin ada pihak lain yang tidak terdeteksi menggunakan senjata api. Untuk memastikan hal tersebut, Polri saat ini masih menunggu uji balistik sejumlah senjata-senjata yang akan digunakan. "Saya sampaikan ini belum bisa disimpulkan karena masih penelitian," tutur dia di Monumen Nasional (Monas) kemarin.
Photo
Bus polisi rusak dan dibakar perusuh di wilayah Kemanggisan, Jakarta Pusat. (DeryRidwansah/JawaPos.com)
Polisi juga mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia. Tidak semua meninggal karena tembakan. Ada beberapa yang mengalami luka karena benda tumpul. Bisa jadi karena pukulan petugas atau justru dilempar pelaku kerusuhan. "Lalu, ada korban meninggal yang karena tembakan senjata api," terangnya.
Untuk korban meninggal karena senjata api itu, ada yang proyektilnya masih di dalam tubuh dan yang sudah di luar tubuh. Untuk yang proyektilnya di luar tubuh itu, pembuktiannya lebih sulit.
Kapolri mengungkapkan, apabila ternyata peluru ditembakkan aparat, investigasi akan dilakukan lebih mendalam. Apakah itu eksesif (keadaan yang melampaui kebiasaan) atau justru pembelaan diri. "Korban ini kan ada yang berasal dari Petamburan, di mana diketahui ada asrama yang diserang dan dibakar," papar mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.
Tito juga mengklarifikasi terkait informasi bahwa KZ merupakan dalang kerusuhan. Menurut dia, Polri tidak pernah menyebut KZ merupakan dalang kerusuhan, yang disampaikan adalah kronologi peristiwa 22 Mei. Yakni, ada dua segmen, aksi damai dan aksi yang sengaja membuat kerusuhan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
