
BELUM DISIPLIN: Sebagian pedagang dan pengunjung Pasar Tambahrejo, Surabaya, tidak mengenakan masker kemarin, Minggu (16/8). (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 memukul sektor perekonomian termasuk sektor pedagang kecil tradisional dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Maka agar perputaran ekonomi tetap berjalan dengan aman, pasar dan pelaku UMKM diminta tetap mematuhi protokol 3M yakni wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.
Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan selama 8 bulan pandemi berjalan, seharusnya masyarakat sudah belajar banyak tentang disiplin adaptasi kebiasaan baru. Sebab dia menegaskan jika protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin, seharusnya kasus Covid-19 tidak naik.
"Mari kita latihan beradaptasi melakukan itu secara bertahap, tapi disiplin," jelasnya dalam konferensi pers baru-baru ini.
Dia mencontohkan misalnya disiplin di pasar bisa meminimalisir potensi penularan jika patuh 3M. Manajemen protokol kesehatan di pasar harus diatur dengan disiplin.
"Pakai masker, antrenya diatur, tempat cuci tangan juga disediakan baik waktu masuk maupun waktu keluar otomatis potensi virus menular itu enggak ada. Sehingga kalau itu dilakukan secara disiplin dan itu dimonitor, dan tidak ada kasus, berarti keberhasilan sektor usaha mulai bergerak," kata Prof Wiku.
Sehingga kata dia, adaptasinya bukan hanya individu yang harus melakukan 3M, tapi adaptasi dalam menjalankan kegiatan ekonomi juga harus menjadi kebiasaan. Begitu pula pelaku UMKM dan bisnis rumahan.
"Misalnya kalau bisnis makanan, kuliner, mungkin yang masih bisa jalan adalah yang menggunakan sistem online maka bantulah usaha kecil untuk bisa masuk online. Ini kan harus gotong royong, makanan kan selalu dibutuhkan orang, minuman selalu diperlukan orang. Tapi adaptasinya semakin baik walau belum sempurna. Sehingga aktivitas ekonomi tetap hidup tapi kasus Covid-19 tidak nambah," ujarnya.
Menurutnya jika UMKM disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan maka akan memberi keyakinan pada konsumen untuk mau membeli produk mereka. Sebab sudah terjamin
higienis karena patuh menjaga protokol kesehatan.
"Maka ini harus komitmen gotong royong. Ekonomi jalan, tapi kasus tidak bertambah," tuturnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lITLnCGq0jY&ab_channel=jawapostvofficial

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
