
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)
JawaPos.com - Peserta latihan dasar militer (latsarmil) atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia karena tuberkulosis atau TBC. Untuk mencegah transmisi virus atau penularan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan telah melakukan klasterisasi dan meminta bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) screening dan tes ulang secara komprehensif.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sudah melakukan serangkaian tes, termasuk tes kesehatan. Namun demikian, masih ada beberapa peserta yang belakang terdeteksi memiliki riwayat penyakit kronis yang lolos karena tidak terdeteksi.
”Pasca kejadian yang saudari kita Sihotang (meninggal dunia), dari satlat setempat yaitu dari Halim Perdanakusuma langsung melaksanakan tracing kepada seluruhnya, pada lingkungan, termasuk kepada penyelenggara sendiri. Kemudian dilaksanakan klasterisasi dan tindakan kedokteran lebih lanjut,” terang Mayjen Ketut pada Sabtu (27/6).
Menurut Ketut, klasterisasi itu dilakukan sebagai langkah pemisahan terhadap beberapa orang yang terindikasi ikut terkena virus tersebut. Meski begitu, dia memastikan bahwa sampai saat ini kondisi mereka baik-baik saja, dalam keadaan aman, dan terkendali. Dia juga memastikan, kondisi mereka terus dipantau Kemenkes.
”Saya sampaikan sampai saat ini ada pemisahan memang beberapa orang yang terindikasi kena virus itu, tetapi kondisinya masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kementerian Kesehatan juga sudah turun langsung menindaklanjuti kemungkinan tadi berkaitan dengan tracing virus yang memang tidak terdeteksi pada seleksi sebelumnya,” ungkap Ketut.
Selain itu, penyelenggara latsarmil juga sudah memulangkan beberapa peserta yang mengikuti pendidikan dalam keadaan hamil. Jumlahnya sebanyak 32 orang. Meski dipulangkan, mereka tetap berada dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka tidak dikeluarkan dan tetap berkesempatan menuntaskan seluruh tahapan seleksi.
”Salah satu tadi berkaitan dengan kebijakan yang mengambil keputusan yang hamil dikembalikan demi kemanusiaan, yang berdasarkan syarat, karena memang di awal tidak dibatasi, tidak ditentukan pasti, sehingga tersaring. Tapi, dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ya ada 32 orang tahap pertama dipulangkan,” beber Ketut.
Sampai hari ini, sudah ada 5 peserta latsarmil dalam program SPPI yang dipersiapkan untuk menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih (KSMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Mereka terdiri atas Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022