Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 06.37 WIB

Gita Wirjawan Ingatkan Tak Terjebak Hasil Survei, Kedepankan Etikabilitas dalam Kepemimpinan Nasional

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan, dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis pertama Universitas Harkat Negeri (UHN), Rabu (24/6). - Image

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan, dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis pertama Universitas Harkat Negeri (UHN), Rabu (24/6).

JawaPos.com - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan, menyerukan perlunya perubahan cara pandang dalam menentukan pemimpin masa depan Indonesia. Menurutnya, ukuran kepemimpinan tidak boleh lagi bertumpu pada popularitas dan tingkat elektabilitas semata, melainkan harus menempatkan integritas, kapasitas, dan etikabilitas sebagai faktor utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Gita saat menjadi pembicara dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis pertama Universitas Harkat Negeri (UHN), Rabu (24/6).

Gita menegaskan, Indonesia memiliki berbagai keunggulan untuk memainkan peran strategis di kawasan Asia Tenggara. Mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam, hingga keberagaman budaya yang dimiliki bangsa ini.

"Untuk jadi bangsa dan wilayah yang diperhitungkan di ASEAN, kita punya begitu banyak modalitas. Wilayah yang luas, penduduk dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebinekaan," ujarnya.

Menurutnya, modal besar tersebut hanya akan menjadi potensi yang tidak termanfaatkan apabila tidak diiringi keberanian untuk melampaui batas dan membangun karakter bangsa yang kuat.

"Yang diperlukan adalah keberanian menerobos batas, keberanian tampil sebagai bangsa beradab. Syaratnya, kita berani mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi," lanjutnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang terlalu fokus pada hasil survei dan tingkat keterpilihan calon pemimpin. Menurutnya, orientasi tersebut perlu segera diperbaiki agar kualitas kepemimpinan nasional dapat meningkat.

"Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Gita menilai peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas nasional. Salah satu upaya dilakukan dengan memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru agar profesi tersebut semakin diminati oleh generasi terbaik bangsa.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore