
Petambak rumput laut di Ujungpangkah, Gresik, mengikuti pelatihan digitalisasi usaha, pengelolaan keuangan, dan smart farming dalam program PKM Universitas Muhammadiyah Gresik, Minggu (31/5/2026). (Dok. Universitas Muhammadiyah Gresik)
JawaPos.com — Petambak rumput laut di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mulai menerapkan digitalisasi usaha dan smart farming melalui program pendampingan Universitas Muhammadiyah Gresik yang berlangsung selama Januari–Agustus 2026. Program ini menyasar peningkatan produktivitas, tata kelola keuangan, kualitas budidaya, serta daya saing petambak melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan koperasi.
Transformasi tersebut hadir melalui program “Digitalisasi Budidaya Rumput Laut Gracilaria untuk Peningkatan Pemasaran Hasil Panen dan Pengelolaan Keuangan melalui Smart Farming di Ujungpangkah, Gresik”.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) itu didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan utama program digelar di Kantor Koperasi Kelompok Tani Rumput Laut Desa Pangkahkulon pada 31 Mei 2026.
Baca Juga:10 Prodi Paling Banyak Diminati di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Beserta Kisaran Biayanya
Sebanyak 34 peserta yang terdiri atas pengurus koperasi, anggota Kelompok Tani Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Ujungpangkah, perangkat desa, dan mahasiswa mengikuti pelatihan tersebut.
Bagaimana Digitalisasi Membantu Petambak Rumput Laut?
Digitalisasi menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petambak, mulai dari pencatatan usaha yang masih manual hingga pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik.
Sistem digital juga diharapkan mampu membantu petambak mengambil keputusan usaha secara lebih cepat dan akurat.
Penyampaian materi digitalisasi oleh Umi Chotijah, S.Kom., M.Kom dengan aplikasi berbasis Android dan website smart farming, Minggu (31/5/2026). (Dok. Universitas Muhammadiyah Gresik)
Materi digitalisasi disampaikan oleh Umi Chotijah, S.Kom., M.Kom. Ia memperkenalkan aplikasi berbasis Android dan website smart farming yang dirancang untuk mencatat hasil panen, transaksi penjualan, stok produksi, data anggota, hingga laporan keuangan koperasi secara terpadu.
Menurut Umi, selama ini data usaha petambak masih tersebar di berbagai media seperti buku tulis, pesan WhatsApp, hingga spreadsheet sederhana.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
