Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 05.55 WIB

Arus Balik Lebaran Terkendali, Polri sebut One Way Nasional Berjalan Efektif

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Polri) - Image

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Polri)

 

JawaPos.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan arus balik lebaran 2026 terkendali. Kepadatan lalu lintas bisa diurai menggunakan rekayasa one way nasional di KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang sampai KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.

Agus mengatakan, pemantauan arus lalu lintas menggunakan teknologi dan traffic counting yang dilakukan secara real time. Disimpulkan bahwa arus kendaraan masih terkendali.

"Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas memang cukup padat, sesuai dengan prediksi bahwa tanggal 24 Maret 2026 merupakan puncak arus balik. Namun demikian, berbagai skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan dan dijalankan," kata Agus, Selasa (24/3). 

Sejak sehari sebelumnya, jajaran kepolisian di wilayah Jawa Tengah telah lebih dulu mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan one way lokal di ruas tol dari KM 459 Tol Salatiga hingga KM 414 Tol Kalikangkung, Jawa Tengah. Langkah ini dilanjutkan dengan penerapan skema one way bertahap atau One Way Sepenggal Presisi dari Kilometer 263 Tol Pejagan hingga kilometer 70 Cikampek. 

"Selanjutnya, dari kilometer 70 menuju kilometer 55 hingga kilometer 36 dipersiapkan contraflow dua lajur untuk mengurai kepadatan arus dari arah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan evaluasi dan analisa di lapangan, dilakukan pula perpanjangan one way arus balik dari kilometer 459 hingga kilometer 414 Kalikangkung," imbuhnya.

Polrii juga melakukan pengamana di sejumlah ruas jalan arteri seperti Pantura. Penjagaan dimaksimalkan untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas serta mengatur pergerakan kendaraan.

"Selain di jalan tol, pengamanan juga dilakukan di jalur arteri dan jalan nasional. Seluruh jajaran kepolisian di daerah seperti Banyumas, Brebes, hingga jalur Pantura disiagakan untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas di tol," ucap Agus. 

"Pergerakan aglomerasi serta kunjungan ke tempat wisata juga masih cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian dalam pengamanan," pungkasnya.

Guna mencegah penumpukan kendaraa, Polri meminta kepada masyarakat untuk mengatur waktu perjalana  kembali ke DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, diharapkan warga menggunakan kebijakan work from anywhere (WFA).

"Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga diberlakukan. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut, dan telah dilakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar demi mengutamakan kelancaran dan keselamatan pemudik," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore