
Dugaan penggeledahan tidak pantas yang dilakukan oknum guru terhadap siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). (Istimewa)
JawaPos.com - Dunia pendidikan di Jember tengah digemparkan oleh dugaan penggeledahan tidak pantas yang dilakukan oknum guru terhadap siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). Kasus ini mencuat setelah para orang tua siswa melayangkan protes keras.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan tindakan seorang guru yang menelanjangi puluhan siswa di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Jember, Jawa Timur, tidak cukup hanya disanksi teguran atau mutasi. Menurutnya, harus ada efek jera, bahkan pemberhentian jika diperlukan.
“Kalau hanya dirorotasi tidak cukup, teguran saja juga tidak cukup. Tergantung pada kasusnya, karena bisa saja hal itu membahayakan sekolah baru jika yang bersangkutan tidak memahami atau menyadari bahwa itu adalah pelanggaran yang harus diberi sanksi tegas. Intinya harus ada efek jera. Kalau perlu memang bisa diberhentikan juga,” kata Hetifah di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2).
Ia menambahkan, rekam jejak guru yang bersangkutan juga perlu ditelusuri, apakah selama ini pernah melakukan pendekatan yang membuat siswa merasa tidak nyaman atau melakukan pelanggaran prinsip-prinsip pembelajaran.
“Aspek ini sangat penting sebagai catatan bagi pendidik lainnya agar tidak terjadi hal serupa di sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menyayangkan tindakan tersebut. Ia menilai perbuatan itu tidak dapat dibenarkan, karena melanggar hak pribadi siswa serta berpotensi masuk dalam kategori kekerasan dan pelecehan seksual.
“Jumlahnya banyak sekali. Walaupun ada alasan untuk memastikan apakah ada siswa yang menyembunyikan sesuatu, cara yang digunakan apalagi sampai menelanjangi, jelas sangat mempermalukan dan dapat masuk dalam tindakan pidana kekerasan maupun pelecehan seksual,” sesalnya.
Menurutnya, dalam proses belajar mengajar maupun penegakan disiplin, guru seharusnya menggunakan metode yang tidak melanggar hak individu anak.
Ia menekankan, jika ada dugaan pencurian di dalam kelas, tentu harus ada teknik atau prosedur lain yang bisa dilakukan tanpa melanggar hak anak.
“Jangan sampai satu dugaan kesalahan justru membuat banyak anak dipermalukan. Dari puluhan siswa itu, kalaupun ada satu yang melakukan, tidak seharusnya semuanya diperlakukan seperti itu,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula ketika wali kelas V SDN Jelbuk 02 mengaku kehilangan uang sebesar Rp 75 ribu. Sehari sebelumnya, ia juga mengaku kehilangan Rp 200 ribu.
Untuk mencari uang tersebut, guru itu menggeledah tas 22 siswa. Karena uang tidak ditemukan, ia kemudian menelanjangi para siswa. Peristiwa ini viral di media sosial dan menuai kecaman publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022