
Publik figur mendapat ancaman usai mengkritik penanganan bencana di Sumatera, diantaranya yakni Iqbal Damanik. (Instagram)
JawaPos.com - Sejumlah aktivis dan konten kreator yang vokal mengkritik penanganan bencana di Sumatera kini menjadi sasaran teror sistematis.
Mulai dari pengiriman bangkai ayam ke rumah hingga serangan digital masif. Aksi ini diduga kuat bertujuan untuk membungkam suara kritis masyarakat.
Tak tinggal diam, Iqbal Damanik (aktivis Greenpeace Indonesia) dan konten kreator Yansen alias Piteng, resmi melaporkan rentetan intimidasi ini ke Bareskrim Polri, Rabu (14/1). Didampingi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), mereka menuntut pengusutan tuntas atas upaya pembungkaman tersebut.
Paket Bangkai Ayam dan Pesan Intimidasi
Diketahui, teror Iqbal Damanik dilakukan dengan mengirimkan sebuah paket berisi bangkai ayam di kediamannya. Paket tersebut disertai pesan ancaman yang sangat personal: "JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU. MULUTMU HARIMAUMU." Tidak berhenti di situ, akun media sosialnya pun dibanjiri ancaman digital.
Sementara itu, Piteng mengaku telah mengalami peretasan, fitnah di dunia maya, hingga teror telepon dari nomor tak dikenal sejak Desember 2025.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Alif Fauzi Nurwidiastomo menegaskan, langkah hukum ini adalah hak konstitusional yang harus dilindungi. Ia berharap laporan ini ditindaklanjuti aparat kepolisia.
"Dengan menempuh koridor hukum yang resmi, kami juga hendak membuktikan bahwa aksi teror tidak meredupkan semangat kami untuk terus menyuarakan hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi," ujar Alif, Rabu (14/1).
Fenomena ini ternyata bukan kejadian tunggal. Nama-nama populer lain seperti Sherly Annavita dan DJ Donny (Ramond Donny Adam) juga mengalami pola teror serupa. Persamaannya jelas: mereka semua aktif bersuara mengenai karut-marut penanganan bencana besar yang melanda Sumatera.
SAFEnet mencatat setidaknya ada 9 aksi teror serupa di akhir tahun 2025. Tim hukum menyayangkan sikap kepolisian yang sempat meminta kasus ini dilaporkan secara terpisah, bukan sebagai satu rangkaian teror yang terorganisir.
Gema Gita Persada, salah satu kuasa hukum korban, mendesak polisi melihat kasus ini secara makro. Baginya, kasus ini tidak hanya terkait tindakan ancamannya saja, tapi ada motif-motif politis yang mendasari ancaman bagi individu yang melakukan aktivisme, khususnya terkait bencana di Sumatera.
"Peristiwa ini telah menyebarkan rasa takut yang meluas di kalangan masyarakat sipil. Untuk itu, kami mendorong pihak Kepolisian untuk memandang kasus ini secara holistik dan lebih makro. Agar penegak hukum untuk menindak kasus ini sebagai tindak pidana teror, bukan ancaman atau intimidasi biasa," kata Gema.
Upaya Menciptakan Chilling Effect
Rentetan teror ini dinilai sebagai upaya menciptakan chilling effect atau rasa takut agar warga negara enggan melontarkan kritik. Padahal, kritik terhadap kebijakan lingkungan sangat krusial di tengah krisis iklim yang kian nyata, seperti banjir besar di Kalimantan Selatan hingga Pati.
Sekar Banjaran Aji, anggota tim hukum lainnya, menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah di atas segalanya. Hingga hari ini, bencana ekologis masih terjadi bahkan meluas ke beberapa daerah, seperti Kalimantan Selatan dan Pati, Jawa Tengah yang dilanda banjir.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
