Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Desember 2025, 01.41 WIB

Satgas Tangkap WN Tiongkok Terkait Penyelundupan Nikel di Bandara Weda Bay IWIP, Kemhan Sindir Bandara Eklusif IMIP

Satgas Terpadu gagalkan penyelundupan di Bandara Khusus PT IWIP pada Jumat (5/12). (TNI) - Image

Satgas Terpadu gagalkan penyelundupan di Bandara Khusus PT IWIP pada Jumat (5/12). (TNI)

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Terpadu di Bandara Weda Bay PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Satgas tersebut menggagalkan penyelundupan bahan mineral nikel yang diduga dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) berpaspor Tiongkok.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan pada Sabtu (6/12), disampaikan bahwa Kemhan mengapresiasi kinerja Satgas Terpadu yang bertugas di Bandara Weda Bay sejak 29 November lalu.

”Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Satgas Terpadu yang dipimpin TNI dan melibatkan unsur lintas kementerian dan lembaga atas keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan bahan mineral strategis,” ungkap Kemhan.

Informasi yang diterima oleh Kemhan menyebutkan bahwa prajurit Korpasgat TNI AU yang berhasil mengamankan WNA berinisial MY. Yang bersangkutan kedapatan membawa 5 pak serbuk nikel campuran dan 4 pak serbuk nikel murni pada penerbangan Super Air Jet (PK-SJE) rute Weda Bay-Manado.

”Saat ini pelaku serta barang bukti telah diserahkan untuk proses lebih lanjut dan pengujian laboratorium oleh instansi terkait,” kata Kemhan.

Menurut Kemhan, keberhasilan itu merupakan rangkaian tindak lanjut pengetatan pengamanan sumber daya mineral strategis nasional. Sebelumnya, TNI AL pada November 2025 menangkap 2 kapal pengangkut nikel ore ilegal di Morowali yang diduga terhubung dengan distribusi nikel ilegal dari kawasan industri tambang.

Keberhasilan itu juga sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau kesiapan pengamanan terintegrasi di Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada 20 November 2025 lalu. Saat itu, Sjafrie menegaskan bahwa negara akan bertindak tegas terhadap seluruh bentuk kegiatan ilegal.

”Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik,” kata Sjafrie tegas.

Salah satu tindak lanjutnya adalah penempatan Satgas Terpadu di Bandara Khusus PT IWIP yang terdiri atas unsur Satgas PAM TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan, Karantina Kesehatan, BMKG, AirNav Indonesia, dan Avsec.

”Makna keberhasilan operasi pengungkapan penyelundupan melalui jalur udara di Weda Bay ini menunjukkan bahwa penempatan perangkat negara di bandara khusus terbukti efektif, sesuai arahan menhan,” tegas Kemhan.

Sebelumnya, Komandan Satgas Halilintar Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menyampaikan bahwa, pelaku yang diduga terlibat dalam penyelundupan itu sudah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Demikian pula bahan mineral yang hendak diselundupkan.

”Saat ini Pelaku dalam proses lebih lanjut oleh aparat terkait, serta bahan mineral yang coba diselundupkan akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh instansi terkait,” jelasnya.

Bandara khusus PT IWIP sudah beroperasi sejak 2019 setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun keberadaanya kini tengah dievaluasi oleh pemerintah. Langkah itu menunjukkan bahwa bandara tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar minimal perangkat negara yang wajib hadir dalam sebuah fasilitas penerbangan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore