Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 04.34 WIB

Jenderal Bintang Dua TNI Bagikan Cerita Ngeri, Nyaris Meninggal Dunia Dalam Tugas Penerjunan

Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberikan keterangan kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, pada Kamis (9/10). (Puspen TNI)

JawaPos.com-Praka (Mar) Zainal Muttaqin kehilangan nyawa dalam tugas penerjunan saat Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada 2 Oktober lalu.

Insiden itu menjadi duka mendalam bagi TNI. Serupa dengan Zainal, seorang jenderal bintang dua TNI mengaku pernah mengalami insiden dalam misi penerjunan. Dia nyaris meninggal dunia saat melaksanakan tugas itu. 

Jenderal bintang dua tersebut adalah Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Saat ini Freddy bertugas sebagai kepala pusat penerangan (kapuspen) TNI. Freddy berlatar belakang Korps Marinir TNI AL. Dia sudah pernah menjalankan berbagai tugas. Termasuk tugas penerjunan. Menurut dia, tugas itu bukan hal mudah. Karena itu, pihaknya sangat kehilangan ketika Zailan dinyatakan tewas.

”Proses pada pada saat exit dari pesawat kemudian opening parasut, kemudian terjadilah tabrakan (dengan penerjun lain),” kata dia. 

Kondisi itu yang membuat Zaenal harus dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapat perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah 2 hari ditangani secara intens oleh petugas medis di rumah sakit tersebut. Saat menjelaskan insiden yang dialami oleh Zaenal, Freddy membagikan pengalamannya yang nyaris meninggal dunia saat melakukan penerjunan.

”Saya pribadi pernah merasakan itu, saat pangkat mayor saya pernah seperti itu dan pernah nyaris meninggal. Mungkin nggak jadi kapuspen (kalau) pada saat itu (tidak selamat), dengan kejadian yang sama (dialami oleh Zaenal),” jelasnya. 

Menurut Freddy, dalam misi penerjunan memang kerap kali terjadi tabrakan antar penerjun di udara. Penyebabnya beragam, termasuk yang bersifat teknis. Menurut dia, sebelum jatuh menghantam permukaan laut, Zaenal sempat mencabut parasutnya. Namun demikian, yang bersangkutan tidak dapat landing sesuai rencana. 

”Almarhum sempat nyabut parasutnya, kemudian mendarat di laut, kondisi pada saat itu sadar tapi memang kondisi yang bersangkutan mengigau,” imbuhnya. 

Karena itu, TNI membawa Zaenal ke RSPAD Gatot Soebroto. Sayangnya, setelah menjalani perawatan beberapa hari, Zaenal dinyatakan meninggal dunia. Kini dia sudah mendapat kenaikan pangkat anumerta. TNI juga memberikan santunan duka cita kepada keluarga prajurit TNI AL yang berasal dari salah satu satuan Korps Marinir tersebut. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore