Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberikan keterangan kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, pada Kamis (9/10). (Puspen TNI)
JawaPos.com-Praka (Mar) Zainal Muttaqin kehilangan nyawa dalam tugas penerjunan saat Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada 2 Oktober lalu.
Baca Juga: Kondisi Jenazah Memburuk, Tim DVI Hadapi Kendala Identifikasi Non-DNA Korban Ponpes Al Khoziny
Insiden itu menjadi duka mendalam bagi TNI. Serupa dengan Zainal, seorang jenderal bintang dua TNI mengaku pernah mengalami insiden dalam misi penerjunan. Dia nyaris meninggal dunia saat melaksanakan tugas itu.
Jenderal bintang dua tersebut adalah Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Saat ini Freddy bertugas sebagai kepala pusat penerangan (kapuspen) TNI. Freddy berlatar belakang Korps Marinir TNI AL. Dia sudah pernah menjalankan berbagai tugas. Termasuk tugas penerjunan. Menurut dia, tugas itu bukan hal mudah. Karena itu, pihaknya sangat kehilangan ketika Zailan dinyatakan tewas.
”Proses pada pada saat exit dari pesawat kemudian opening parasut, kemudian terjadilah tabrakan (dengan penerjun lain),” kata dia.
Kondisi itu yang membuat Zaenal harus dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapat perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah 2 hari ditangani secara intens oleh petugas medis di rumah sakit tersebut. Saat menjelaskan insiden yang dialami oleh Zaenal, Freddy membagikan pengalamannya yang nyaris meninggal dunia saat melakukan penerjunan.
”Saya pribadi pernah merasakan itu, saat pangkat mayor saya pernah seperti itu dan pernah nyaris meninggal. Mungkin nggak jadi kapuspen (kalau) pada saat itu (tidak selamat), dengan kejadian yang sama (dialami oleh Zaenal),” jelasnya.
Menurut Freddy, dalam misi penerjunan memang kerap kali terjadi tabrakan antar penerjun di udara. Penyebabnya beragam, termasuk yang bersifat teknis. Menurut dia, sebelum jatuh menghantam permukaan laut, Zaenal sempat mencabut parasutnya. Namun demikian, yang bersangkutan tidak dapat landing sesuai rencana.
”Almarhum sempat nyabut parasutnya, kemudian mendarat di laut, kondisi pada saat itu sadar tapi memang kondisi yang bersangkutan mengigau,” imbuhnya.
Karena itu, TNI membawa Zaenal ke RSPAD Gatot Soebroto. Sayangnya, setelah menjalani perawatan beberapa hari, Zaenal dinyatakan meninggal dunia. Kini dia sudah mendapat kenaikan pangkat anumerta. TNI juga memberikan santunan duka cita kepada keluarga prajurit TNI AL yang berasal dari salah satu satuan Korps Marinir tersebut. (*)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
