Tim SAR membawa kantong jenazah berisi tubuh korban meninggal di reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo senin (6/10) malam. Sudah 66 Korban meninggal ditemukan. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Sebanyak 153 sampel DNA dari Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) diterima oleh Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk diidentifikasi. Sejauh ini, sudah ada 22 DNA korban yang teridentifikasi dari ratusan sampel DNA tersebut. Pusdokkes Polri menarget proses identifikasi selesai pekan ini.
”Semoga 3 hari ke depan kami bisa selesaikan semua pemeriksaan DNA dan tidak ada lagi kiriman dari TKP ya, dari pondok pesantren,” ungkap Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti kepada awak media pada Rabu (8/10).
Keterangan itu disampaikan oleh setelah dirinya berdiskusi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polri Tingkat I Kramat Jati. Jenderal bintang satu Polri itu memastikan bahwa pemeriksaan sampel DNA akan dilaksanakan sampai tuntas. Secara keseluruhan ada 153 sampel DNA yang sudah diterima oleh Pusdokkes Polri.
”Terdiri atas 88 sampel DNA dari keluarga korban yang (sampel) ante mortem dan 65 sampel DNA dari post mortem korban yang ditemukan. Itu berupa seluruh tubuh, juga ada beberapa bagian tubuh, dan total sampai pagi ini telah teridentifikasi 22 korban,” terang dia.
Hasil tes DNA yang dilakukan oleh Pusdokkes Polri di Jakarta akan diteruskan kepada Polda Jatim untuk menyamakan data hasil identifikasi tersebut. Sebab, Tim DVI Polda Jatim juga melakukan identifikasi menggunakan sampel jenazah korban. Sehingga nantinya akan ditemukan data final yang berdasar pada hasil tes DNA dan hasil pemeriksaan jenazah korban.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis itu terjadi saat para santri sedang melakukan salat asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga operasi SAR ditutup, korban mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi. Polda Jatim dan Mabes Polri melalui Pusdokkes Polri turut membantu proses identifikasi para korban yang sempat terjebak reruntuhan bangunan. (*)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
