
Ilustrasi orang hilang. (Antara)
JawaPos.com - Nama Bupati Siak Alvin Akawijaya Putra mendadak mencuat usai dilaporkan hilang secara resmi ke kepolisian oleh warga yang melakukan aksi demonstrasi lantaran bupati termuda itu disebut tak "ngantor" hampir satu bulan lamanya. Warga dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Rakyat Buton Aliansi IMM dan HMI itu resmi melaporkan Alvin sebagai orang hilang ke Polres Buton.
Lantas, siapakah sosok Alvin Akawijaya orang nomor satu di Buton yang kini dicari warganya?
Alvin dikenal sebagai salah satu kepala daerah muda yang kini menjabat sebagai Bupati Buton periode 2025–2030. Ia lahir di Jakarta pada 18 Mei 1996 dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Dengan latar belakang sebagai advokat sekaligus pengusaha, Alvin kemudian terjun ke dunia politik melalui Partai NasDem, partai yang juga menjadi kendaraan politik ayahnya, Ali Mazi, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dan anggota DPR RI.
Keterlibatannya dalam organisasi pemuda memberi warna tersendiri dalam perjalanan kariernya. Alvin pernah dipercaya sebagai Ketua KNPI Sulawesi Tenggara periode 2021–2024. Selain itu, ia juga aktif di struktur Partai NasDem sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu di tingkat provinsi.
Dari pengalaman itu, ia mengasah kepemimpinannya, sebelum akhirnya dipercaya masyarakat Buton memimpin daerah dengan perolehan lebih dari 22 ribu suara atau sekitar 35 persen pada Pilkada 2024.
Ketika resmi menjabat, Alvin langsung menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan program kerja 100 hari yang sederhana namun berdampak, yakni gerakan kebersihan lingkungan melalui kerja bakti.
Kini, penekanannya kepada para ASN justru menjadi bumerang pada dirinya sendiri yang tengah dicari warganya. Menurutnya saat itu, disiplin dan keteraturan menjadi fondasi utama membangun pelayanan publik yang baik. Ia juga aktif membangun
Di luar aktivitas birokrasi, Alvin juga menjadi sorotan publik karena statusnya sebagai bupati termuda di Sulawesi Tenggara. Pada awal menjabat, ia melaporkan kekayaannya melalui LHKPN dengan total mencapai sekitar Rp 8 miliar, termasuk aset tanah, bangunan, kendaraan, hingga investasi.
Fakta ini menempatkannya sebagai salah satu kepala daerah muda yang cukup mapan secara finansial. Namun, perjalanan politiknya tidak selalu mulus. Beberapa kali ia menjadi sorotan media setelah dikabarkan tidak hadir dalam sejumlah aktivitas pemerintahan.
Hal itu sempat membuat sebagian warga melaporkannya sebagai orang hilang. Kendati demikian, pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa ia tengah menjalankan tugas luar daerah. Meski masih terbilang muda, Alvin seharusnya membawa harapan baru bagi masyarakat Buton.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
