Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 19.29 WIB

Banyak Info Hoaks Selama Kerusuhan Demo, Meutya Hafid: Ada Upaya Terorganisir Manfaatkan Media Sosial untuk Memprovokasi

Ratusan massa mengepung Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/08/2025). Kerusuhan tersebut terjadi menuntut kematian salah satu ojek daring yang terlindas mobil Brimob pada aksi demo kemarin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ratusan massa mengepung Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/08/2025). Kerusuhan tersebut terjadi menuntut kematian salah satu ojek daring yang terlindas mobil Brimob pada aksi demo kemarin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengakui pihaknya menerima lonjakan laporan dari masyarakat selama berlangsungnya rentetan demonstrasi. Laporan tersebut diantaranya provokasi di ruang digital, termasuk penjarahan, penyerangan, dan penyebaran isu SARA.

Dia juga mengungkapkan adanya informasi keliru yang turut disebarkan, baik secara sengaja maupun tak sengaja. Penyebarannya pun cukup tinggi dan malah menenggelamkan informasi yang benar. 

“Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi,” kata Meutya pada akun Instagramnya, @meutya_hafid, Senin (1/9).

Sejak beberapa hari terakhir, Politisi dari Partai Golkar ini juga memantau adanya aliran dana dengan jumlah signifikan melalui platform digital. Bahkan, konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. 

“Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” tegasnya.

Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati warga yang menyampaikan aspirasi dengan tertib. Namun, pihaknya juga mencatat adanya kelompok yang dengan sengaja digerakan melalui media sosial. 

“Menuju titik-titik tertentu, menayangkan konten secara maraton, dan menerima insentif dalam jumlah tidak wajar,” ungkapnya.

Meutya pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, seperti jangan mudah terpancing provokasi, tak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan biasakan melakukan pengecekan silang. 

“Gunakan sumber terpercaya, termasuk media yang berpegang pada kode etik jurnalistik. Ruang digital adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar tetap sehat, aman, dan tidak diperalat untuk kepentingan pihak-pihak yang ingin memecah belah,” tukasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore