
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menggelar diskusi bersama para pakar, akademisi, dan pengamat transportasi serta keselamatan. (Polri)
JawaPos.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menggelar diskusi bersama para pakar, akademisi, dan pengamat transportasi serta keselamatan. Kegiatan ini dalam rangka perbaikan pelayanan masyarakat terutama di bidang lalu lintas.
Agus mengatakan, penting bagi Polri mendengar masukan dan aspirasi berbagai kelompok masyarakat. Melalui masukan ini diharapkan bisa menjadi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kebijakan Korlantas harus lahir dari saran masyarakat, pakar, akademisi, maupun pengamat. Transformasi organisasi dan transformasi operasional menjadi kunci agar kehadiran Korlantas benar-benar dirasakan publik,” ujar Agus, Selasa (26/8).
Agus menuturkan, transformasi organisasi mencakup dua aspek, yakni struktur yang solid dan prestasi nyata. Dua hal ini yang perlu dimaksimalkan oleh Polri.
“Organisasi harus besar karena struktur, tapi juga besar karena prestasi. Dua-duanya harus dikawal,” imbuhnya.
Transformasi operasional dilakukan dengan menjadikan Korlantas lebih aktif di lapangan. Petugas di lapangan harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat agar budaya berlalu lintas terbangun.
“Kehadiran Korlantas di lapangan bukan sekadar teknis, tapi hadir nyata agar publik merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Selain itu, Agus juga menyoroti pengembangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Ia mengakui sistem tilang elektronik ini masih perlu penyempurnaan agar lebih efektif dan sah secara hukum.
“Kita sedang mengkaji perbedaan barang bukti fisik dan digital, serta syarat formil agar penegakan hukum berbasis ETLE memiliki legitimasi kuat,” ungkapnya.
Selain itu, program Korlantas Menyapa terus diperkuat dengan pendekatan humanis, mulai dari menyapa wajib pajak hingga masuk ke sekolah, pesantren, dan komunitas. Semua diarahkan untuk keterbukaan pelayanan sekaligus kampanye keselamatan.
Jenderal bintang dua ini menggarisbawahi persoalan keselamatan lalu lintas. Menurutnya, meski angka kecelakaan masih tinggi, tren menurun sudah terlihat. Pada operasi terakhir, fatalitas kecelakaan tercatat turun 51 persen dalam 17 hari, sementara jumlah kecelakaan berkurang sekitar 30 persen.
“Negara harus berani bersikap, termasuk menertibkan kendaraan over dimensi dan overload, agar dampak penurunan kecelakaan semakin signifikan,” tandasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
