Diorama proses perumusan naskah Proklamasi, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Kamis (14/8). Naskah Proklamasi disusun hanya dalam waktu 2 jam. (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
JawaPos.com – Tak banyak yang tahu, naskah atau teks Proklamasi hanya disusun dalam waktu kurang dari 2 jam. Naskah itu disusun di rumah perwira tinggi Angkatan Laut Jepang di Indonesia Laksamana Tadashi Maeda atau yang lebih familiar dengan sebutan Laksamana Maeda.
Rumah itu kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan menjadi saksi bisu lahirnya teks proklamasi yang mengguncang dunia.
Edukator museum Perumusan Naskah Proklamasi, Aidil Fitra, menjelaskan peristiwa bersejarah itu berjalan sangat cepat, hanya dalam waktu sekitar 6 jam.
Setelah kembali dari Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 malam, Soekarno, Hatta, dan tokoh lain membutuhkan tempat aman untuk merumuskan naskah proklamasi. Ahmad Soebardjo lalu menghubungi Tadashi Maeda yang memang sudah akrab dengan sejumlah tokoh Indonesia.
"Sekitar pukul 22.00 WIB di tanggal 16 Agustus, tokoh-tokoh ini mendatangi rumah Maeda. Disitulah akhirnya memutuskan bahwa rumah Maeda itu dijadikan tempat untuk membuat naskah proklamasi," ujar Aidil saat ditemui JawaPos.com, Kamis (14/8).
Rumah Tadashi Maeda terdiri dari dua lantai. Lantai dua digunakan sebagai kamar dan ruang pribadi Tadashi Maeda bersama keluarga.
Sementara di lantai dasar, merupakan ruang semua rangkaian peristiwa pembuatan naskah Proklamasi itu terjadi.
Tak ingin terlibat lebih jauh, Tadashi Maeda langsung naik ke lantai dua untuk beristirahat selama proses pembuatan naskah proklamasi.
"Waktu itu, Maeda langsung beranjak ke lantai 2 untuk beristirahat. Yang artinya waktu itu Maeda tidak ikut campur dalam pembuatan Naskah Proklamasi ini," terangnya.
Replika naskah Proklamasi tulisan tangan Bung Karno terpajang di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Kamis (14/8). (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
Pada 17 Agustus sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, ketiga tokoh, yakni Soekarno, Hatta dan Ahmad Subarjo mulai merumuskan naskah proklamasi. Naskah yang telah dibuat kemudian dibacakan kepada sejumlah tokoh lainnya yang hadir di rumah Tadashi Maeda.
Setelah disetujui, barulah kemudian disepakati bahwa naskah proklamasi hanya akan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
"Nah, yang mengusulkan ini ada beberapa orang, diantaranya itu ada dari Muhammad Hasan, tokoh asal Sumatera. Kemudian juga Chaerul Saleh. Dan akhirnya semua itu sepakat atas penguatan dari Soekarni," jelasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
