
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan (kanan) bersama Ketua Baznas Noor Achmad di Jakarta (4/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan lebih dari satu juta pengangguran di Indonesia adalah lulusan sarjana (S1). Kondisi ini menjadi keprihatinan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan. Dia sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi masalah itu.
Sorotan soal banyaknya pengangguran bergelar sarjana itu, disampaikan Fauzan di sela peluncuran Beasiswa Cendekia Baznas 2025 di Jakarta (4/8). Dalam momen itu, kuota beasiswa yang disediakan untuk mahasiswa keluarga miskin sebanyak 5.000 orang. Lokasi kuliahnya di sekitar 180 kampus di bawah naungan Kemendiktisaintek dan Kementerian Agama (Kemenag).
Fauzan mengatakan ada dua masalah yang dia hadapi saat ini. Yaitu masalah banyaknya pengangguran terdidik. Yaitu pengangguran yang sejatinya lulusan perguruan tinggi. "Pengangguran masih tinggi. Kami sedang bahas treatment-nya bersama Kementerian Investasi," katanya.
Dia menuturkan beberapa kali berkunjung ke kawasan daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Di sana dia menemukan fenomena banyak putra daerah yang tidak terserap ke industri setempat. Banyak perusahaan besar seperti tambang dan sejenisnya, yang bekerja malah dari lusr daerah.
"Kami bersama Kementerian Investasi dan pemda akan berusaha menyelesaikan masalah yang menahun itu," katanya. Putra-putri daerah, seharusnya bisa memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di perusahaan yang ada di daerahnya.
Dalam kesempatan itu Fauzan juga menyampaikan masalah angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang masih sekitar 31 persen. "Artinya masih banyak anak-anak usia kuliah yang tidak kuliah," katanya. Masalah utamanya adalah akses.
Fauzan berharap lewat beasiswa Cendekia Baznas itu bisa membuka akses pendidikan tinggi lebih luas. Baginya perlu kolaborasi dari banyak lembaga negara, termasuk lembaga swasta untuk membuka akses pendidikan tinggi. Salah satunya dengan memberikan beasiswa. "Dari negara sudah ada KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan, Beasiswa Cendekia merupakan wujud nyata zakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan. “Beasiswa Cendekia Baznas bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tapi juga investasi SDM," tegasnya.
Dia mengatakan lewat program beasiswa itu, zakat mempunyai kontribusi nyata dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Selain itu juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Noor mengatakan, mereka berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada para penerima beasiswa. Tujuannya supaya mereka memiliki kompetensi akademik, spiritual, dan sosial yang mumpuni. “Beasiswa ini khusus untuk dalam negeri. Kami juga punya beasiswa untuk ke luar negeri," tuturnya. (*)

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
