
Ann-Katrin Berger ketika masih bermain untuk Chelsea. (ChelseaFCW/X)
JawaPos.com - Ann‑Katrin Berger, kiper utama timnas Jerman, mencuri perhatian di UEFA Women’s EURO 2025. Berger menjadi pahlawan dramatis saat membantu Jerman menyingkirkan Prancis pada babak perempat final melalui adu penalti.
Selain kemampuannya menjaga gawang, tato di lehernya juga menyita perhatian penonton. Ungkapan berbentuk kode dengan arti ‘yang kita miliki hanyalah saat ini’ digunakan untuk menutupi bekas luka operasi kanker tiroid Berger.
Dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakob‑Park, Basel pada Minggu (20/7), Jerman bertahan 120 menit imbang 1‑1 melawan Prancis meski hanya bermain dengan 10 pemain setelah Kathrin Hendrich mendapat kartu merah di menit ke‑13.
Setelah itu, Ann‑Katrin Berger tampil luar biasa, melakukan penyelamatan spektakuler termasuk menghalau sundulan berbahaya Janina Minge di menit ke‑102 yang ditetapkan sebagai ‘save of the tournament’.
Dalam drama adu penalti, Berger sukses menepis tendangan Amel Majri dan Alice Sombath, serta mencetak satu penalti ke gawang Prancis sebagai eksekutor. Skor akhir adu penalti 6‑5 untuk Jerman dan melaju ke semifinal melawan Spanyol pada Kamis (24/7).
Namun, di balik malam gemilang itu, tersimpan perjalanan hidup penuh tantangan. Pada 2020, Berger didiagnosis mengidap kanker tiroid dan menjalani perawatan intensif. Empat tahun kemudian, tepatnya saat Euro 2022, Berger kembali mengidap penyakit yang sama.
Satu‑satunya jejak masa lalu itu disamarkan oleh tato di lehernya yang bertuliskan ‘all we have is now’ sebagai filosofi hidup Berger.
Mantan pemain Chelsea itu menjalani debutnya di ajang Women’s EURO 2025 sebagai kiper utama di usia 34 tahun setelah sebelumnya berstatus cadangan pada 2022. Saat ini nama Berger mencuat sebagai pemain kunci dengan ketenangan dan penguasaan bola yang mumpuni.
“Aku bangga bisa berada di sini dan semua yang terjadi pada tahun 2020 sudah menjadi masa lalu,” ujar Berger usai pertandingan dikutip dari La Repubblica.
Perjalanan Berger di level klub juga tak kalah mengesankan. Setelah tampil gemilang bersama Chelsea selama lima musim dan meraih berbagai gelar domestik, Berger bergabung dengan Gotham FC di Amerika Serikat pada awal 2024.
Adaptasinya di kompetisi baru terbukti cepat, menjadikannya tetap dalam radar pelatih timnas Jerman untuk turnamen besar seperti Women’s EURO 2025.
Di luar lapangan, Berger juga dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu kesehatan mental dan kesetaraan gender dalam olahraga.
Bahkan dalam wawancara dengan FIFA, Berger pernah mengungkapkan bahwa bermain sepak bola menjadi tempat aman yang membantu menjaga kebugaran mental selama masa krisisnya.
Berger juga mendorong agar para atlet lainnya dapat terus berlatih dan membangun mental yang kuat, termasuk dengan berlatih bersama anak laki‑laki ketika muda untuk memperkuat ketahanan diri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
