Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 22.24 WIB

Pesawat Saudia Airlines yang Bawa 442 Jamaah Haji Diancam Bom dan Mendarat Darurat, InJourney Airports Jalankan Prosedur Airport Contingency Plan

Ilustrasi pesawat Saudia Airlines. Salah satu pesawat maskapai ini baru saja mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu Medan. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pesawat Saudia Airlines. Salah satu pesawat maskapai ini baru saja mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu Medan. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ancaman bom pesawat Saudia Airline membuat PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menjalankan prosedur kontijensi dalam penanganan ancaman keamanan dan keselamatan terhadap pesawat Saudiaa SV-5726.

Langkah itu dilakukan untuk memprioritaskan keamanan penumpang dan pengguna jasa bandara. Pesawat itu diketahui membawa 442 jamaah haji saat ancaman bom datang.

PGS. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Anak Agung Ngurah Pranajaya mengatakan, saat diketahui terdapat ancaman keamanan dan keselamatan, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat.

Seluruh bandara InJourney Airports siap menangani keadaan darurat keamanan atau emergency. Bandara terdekat saat Saudiaa SV-5726 melintas adalah Bandara Kualanamu. 

"Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB untuk menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan," terangnya, Selasa (17/6). 

Di saat bersamaan, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) terdiri dari unsur Komite Keamanan Bandar Udara (Airport Security Committee) untuk memastikan prosedur Airport Contingency Plan berjalan baik dan sesuai ketentuan. 

“Fokus utama setiap saat adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang dan juga pengguna jasa bandara,” ujar Anak Agung Ngurah Pranajaya. 

Sebelumnya, pesawat Saudia Airlines dipaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu paska ancaman bom yang berasal dari eksternal penumpang.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob, Polda Sumatera Utara (Sumut) tengah melakukan assessment dan mendeteksi keberadaan bom di pesawat.

Upaya mendeteksi bom kemungkinan membutuhkan waktu cukup lama karena badan pesawat yang cukup besar. 

Kabidhumas Polda Sumut Kombespol Ferry Walintukan menuturkan bahwa petugas Jibom Brimob Polda Sumut tengah bekerja untuk melakukan assessment keberadaan bom di pesawat. "Butuh waktu karena ini pesawat besar," paparnya. 

Belum diketahui sampai kapan assessment dari tim Jibom tersebut akan selesai. "Belum tau, masih proses semua. Mungkin cukup lama," terangnya dihubungi Jawa Pos. 

Terkait ancaman bom tersebut, dipastikan bukan candaan dari penumpang. Menurutnya, informasi ancaman bom itu berasal dari luar pesawat. Pilot yang mendapatkan informasi saat terbang. "Bukan ancaman bom candaan. Ini ancaman serius," tegasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore