Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 17.14 WIB

Haji 2025 Digadang-gadang Jadi Perpisahan Manis Kemenag sebagai Penyelenggara, Justru Banyak Masalah Jamaah Pisah Rombongan

Pengamat haji dan umrah Ade Marfuddin. (Istimewa) - Image

Pengamat haji dan umrah Ade Marfuddin. (Istimewa)

JawaPos.com - Tahun ini adalah periode terakhir penyelenggaraan haji di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Tahun berikutnya, haji akan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Haji.

Harusnya haji 2025 jadi perpisahan yang manis dengan Kemenag, tetapi tahun ini justru banyak pengaduan masalah jamaah terpisah rombongan. 

Kasus pisah rombongan itu imbas dari kebijakan Kemenag menggunakan delapan syarikah atau perusahaan pelayanan haji di Arab Saudi. Tahun lalu Kemenag hanya menggunakan satu syarikah saja.

Dalam praktiknya banyak jamaah yang tergabung dalam satu kloter, tetapi menginduk ke beberapa syarikah. Bahkan menurut laporan, ada pasangan suami-istri terpisah rombongan gara-gara mereka menginduk ke syarikah yang berbeda.

Kemudian ada juga pendamping lansia yang terpisah. Bahkan terpisahnya beda hotel. Otomatis lansia yang seharusnya mendapatkan pendampingan yang melekat, jadi terpisah.

Kondisi ini disayangkan pengamat haji dan umrah Ade Marfudin. "Saya kira ini kurang keterbukaan. Kemudian juga kurang kecermatan," katanya saat dihubungi Rabu (14/5).

Ade mengatakan bagaimana bisa antara satu pasangan suami-istri menginduk pada syarikah yang berbeda. Sehingga berdampak pada hotel berbeda, rombongan berbeda, dan bisa jadi nanti tendanya juga berbeda saat di Arafah dan Mina. 

"Tahun ini idealnya jadi perpisahan yang manis di Kemenag terkait pengelola haji. Tapi malah ada masalah," katanya.

Ade mengatakan, Kemenag harusnya mengetahui kebijakan bahwa pembagian syarikah begitu ketat. Sehingga dapat diatur jamaah dalam satu kloter harus menginduk ke syarikah yang sama. Sehingga tidak sampai terjadi pisah rombongan. 

"Saya khawatir nanti pisahnya berlanjut sampai di Arafah atau di Mina," katanya. Jamaah akan kesulitan jika terpisah dari rombongannya. Apalagi sampai terpisah dari KBIHU tempat mereka bernaung.

Ade berharap Kemenag segera melakukan penataan atau lobi khusus dengan otoritas di Arab Saudi. Supaya kejadian pisah rombongan gara-gara berbeda syarikah bisa ditangani.  

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore