Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2024 | 17.45 WIB

Cuaca Terik, Suhu Mencapai 37,4 Derajat Celsius, Terpanas Makassar, Surabaya Peringkat Keenam

MENUNGGU HUJAN: Foto udara kondisi persawahan di Desa Weninggalih, Kabupaten Bogor, yang memperlihatkan sebagian lahan belum diolah kembali kemarin (9/10). (IMAM HUSEIN/JAWA POS) - Image

MENUNGGU HUJAN: Foto udara kondisi persawahan di Desa Weninggalih, Kabupaten Bogor, yang memperlihatkan sebagian lahan belum diolah kembali kemarin (9/10). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

JawaPos.com – Memasuki Oktober, suhu panas masih merata terjadi di berbagai daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi perubahan kondisi siang panas berlanjut hujan lebat saat sore.

Situasi itu akan terjadi seminggu ke depan. Labilnya cuaca tersebut akibat memasuki peralihan musim. Berdasar data BMKG pada 7 Oktober, suhu udara di Jakarta berkisar 32 derajat Celsius hingga 36 derajat Celsius. Di Stasiun Meteorologi Tanjung Priok, suhu mencapai 36,8 derajat Celsius dan Stasiun Meteorologi Kemayoran mencapai 35,8 derajat Celsius.

Pada 9 Oktober, tercatat suhu udara tertinggi di Indonesia berada di Makassar dengan 37,4 derajat Celsius, diikuti Semarang dengan 26,6 derajat Celsius. Surabaya duduk di posisi keenam tertinggi dengan suhu udara 35,6 derajat Celsius (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Pusat Meteorologi Publik Andri Ramdhani menuturkan bahwa belakangan ini Indonesia terasa terik atau panas, tapi diselingi hujan. Fenomena itu khas masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. ’’Biasanya panas sejak pagi sampai siang. Tapi, hujan pada sore atau malam hari,’’ terangnya.

Hujan tidak merata, tetapi memiliki intensitas sedang hingga lebat dalam waktu yang singkat. Yang perlu dipahami, kondisi atmosfer labil semacam itu meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus (CB). ’’CB bisa memicu cuaca ekstrem dari hujan lebat berangin hingga hujan es dan bisa terjadi kapan saja,’’ paparnya.

GRAFIS. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

Dia menuturkan bahwa aktivitas gelombang Rossby Equatorial diperkirakan aktif di Sumatera bagian utara hingga tengah pesisir Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua dalam sepekan ke depan. Untuk aktivitas gelombang Kelvin terpantau sebagian di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah dalam sepekan ke depan. ’’Kedua faktor itu mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,’’ jelasnya.

Untuk labilitas lokal yang kuat atau cuaca panas terik berubah ke hujan terjadi di Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kaltim, hingga Papua.

’’Secara umum, kondisi cuaca itu diperkirakan menimbulkan potensi cuaca signifikan dari 8 Oktober hingga 14 Oktober,’’ paparnya.

Dia mengatakan, masyarakat tidak perlu panik menghadapi suhu panas yang tinggi. Gunakan tabir surya saat berada di luar ruangan. ’’Lebih sering minum untuk mencegah dehidrasi,’’ urainya.

Air Sungai Surut di Malang

ILUSTRASI SUHU PANAS. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

Laporan Jawa Pos Radar Malang, kekeringan yang terjadi tahun ini lebih parah ketimbang tahun lalu. Sejumlah desa terdampak. Termasuk munculnya fenomena baru berupa surutnya air sungai.

Situasi itu terjadi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo. Fenomena tersebut tak pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Oktober tahun ini, total ada 10 desa yang terdampak kekeringan. Yakni, Desa Sumberagung, Sitiarjo, Kedungbanteng, Ringinsari, Harjokuncaran, Sumberoto, Menteraman, Tulungrejo, Donomulyo, dan Putukrejo. Sementara pada 2023, hanya enam desa yang terdampak kekeringan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore